Revolusi Mental di Antara Skeptis dan Optimis

Revolusi Mental di Antara Skeptis dan Optimis

2334
0
BAGIKAN
Calon Presiden Dari Partai PDI-P Joko Widodo menghadiri deklarasi revolusi mental untuk pencapresan dirinya yang di adakan oleh Komunitas Sahabat Jokowi Presiden 2014 di Jakarta, Sabtu (17/5). Dalam sambutannya Jokowi menyebut Bakal pendampingnya yaitu ada dua nama yang depannya inisialnya 'J'. Satu lagi inisialnya 'A' yang akan diputuskan malam nanti setelah solat Istiqoroh. FOTO : RANDY TRI KURNIAWAN/RM

Revolusi mental yang dilontarkan Presiden Jokowi mulai mendapat tanggapan dari masyarakat. Ada yang skeptis dan ada pula yang optimistis. Tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana merealisasikan Revolusi Mental ke dalam Kebinet Kerja?  

Revolusi di mana pun, pada galibnya ingin mengubah keadaan secara hitam-putih. Pun jika itu dimaksudkan dengan revolusi mental – tanpa kecuali. Meski demikian, isyarat sebuah revolusi mental selalu sama. Di awali oleh kesadaran akan kelemahan kolektif sebagai sebuah bangsa. Lalu ada yang mempelopori dan memformulasikan cita-cita perubahannya, maka setelah itu, jalan buat sebuah perubahan terbuka.

Memang tak semua jalan revolusi mulus. Tak sedikit yang hancur dimakan “anaknya sendiri”. Memang ada yang sukses, tapi ada yang macet di tengah jalan. Sejumlah negara di Timur Tengah, menarik untuk dijadikan contoh Revolusi yang gagal. Pada tahun 2011 banyak negara Timur Tengah yang melakukan revolusi, di antaranya Tunisia, Libya dan Mesir. Tapi begitu gerakan revolusi dilakukan, darah berceceran, eker ekeran sampai sekarang. Nelangsa mentalnya. Tapi juga ada yang spektakuler seperti yang dilakukan di Jepang. Restorasi Meiji, itu revolusi mental yang sukses.

Penyebab Restorasi Meiji memang banyak, tapi yang terpenting adalah lahirnya sebuah kesadaran bersama akan rasa terkebelakangan Jepang dibandingkan negara-negara lainnya. Jepang terperangah setelah Komodor Amerika Serikat Matthew C. Perry datang ke negeri sakura dengan menaiki kapal super besar – menurut ukuran zaman itu — yang dilengkapi persenjataan dan teknologi yang superior dibandingkan milik Jepang. Sang Komodor gagah saat itu memaksa Jepang membuka pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal asing yang ingin berdagang.

Para pemuka Jepang tersentak. Atas nama pemulihan kekuasaan kaisar untuk memperkuat Jepang terhadap ancaman kekuatan-kekuatan kolonial waktu itu, mereka mulai membangkitkan gerakan. Maka tampillah Restorasi Meiji merupakan suatu gerakan pembaruan yang dipelopori oleh Kaisar Mutsuhito, atau Kaisar Meiji, dan dibantu di antaranya: Itō Hirobumi, Matsukata Masayoshi, Kido Takayoshi, Itagaki Taisuke, Yamagata Aritomo, Mōri Arinori, Ōkubo Toshimichi, and Yamaguchi Naoyoshi mempelopori gerakan Meiji yang berarti kekuasaan pencerahan. Gerakan ini di sasar sebagai strategi jitu untuk menggabungkan “kemajuan Barat” dengan nilai-nilai “Timur” tradisional.

Restorasi Meiji bisa dikatakan sebagai jaman “pencerahan” Jepang, setelah selama 200 tahun lebih menutup diri dari hubungan luar di bawah kepemimpinan rezim Tokugawa. Dengan adanya Restorasi Meiji ini, Jepang berubah, menjelma menjadi negara yang maju. Sejalan dengan arti dari kata meiji sendiri, yaitu ”yang berpikiran cerah”. Pendidikan lantas menjadi bidikan utama dalam melakukan perubahan. Singkat cerita, Demikianlah, dalam waktu kurang lebih 50 tahun sesudah Restorasi Meiji, negeri Sakura maju pesat dan tumbuh menjadi Negara yang gemah ripah loh jinawi, setaraf negara-negara Eropa Barat.

1
2
3
BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda