Urgensi Revolusi Mental

Urgensi Revolusi Mental

1930
0
BAGIKAN
SEBERAPA URGEN REVOLUSI MENTAL DIGERAKKAN? INI PERTANYAAN BESAR YANG SEPERTINYA AKAN MENGGELITIK. TAK MUDAH MEMANG MENILAI SEBUAH URGENSI BERKAIT DENGAN PERUBAHAN MENTAL. TAPI TIDAK DENGAN JOKO WIDODO, MANTAN GUBERNUR JAKARTA INI, LANTANG MENYUARAKANNYA BAHKAN DIGELONTORKAN TATKALA KAMPANYE PILPRES. SEBAGAI CALON PRESIDEN, IA MELONTARKAN WACANA REVOLUSI MENTAL. GAGASAN ITU DIPUBLIKASI DI HARIAN KOMPAS, JUNI 2013. SEJUJURNYA INI GAGASAN MENARIK. SEBAB DI NEGARA YANG SERBA SUBUR SUMBER DAYA ALAMNYA, HANYA KEBOBROKAN MENTAL SUMBER DAYA MANUSIANYA SAJALAH YANG MEMBUATNYA TAK JADI KESOHOR SEBAGAI NEGARA MAJU.

Ada beberapa hal mendasar yang dikemukakan Jokowi berkait dengan Revolusi mental. Terdapat di antaranya beberapa perilaku buruk masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Panca Sila. Menurut Jokowi, beberapa perilaku buruk itu, kini tetap hidup dan memiriskan masyarakat. Ke delapan sifat tersebut antara lain; Korupsi, Intoleransi terhadap perbedaan, sifat rakus, ingin menang sendiri, ingin kaya secara mendadak, kecenderungan menggunakan kekerasan dalam memecahkan persoalan, pelecehan hukum, dan opportunis. Dan kalau ke delapan hal itu berlangsung secara turun temurun, disadari atau tidak, berarti tanpa disadari ada pewarisan mental buruk yang berjalan di masyarakat.

Kekhawatiran ini gamblang dipaparkan Jokowi. Dalam tulisannya, dinyatakan bahwa mentalitas-mentalitas buruk ini bukanlah sebuah realitas dadakan. Tapi sudah menyejarah. Bahkan mungkin, ada semenjak kita masih pontang panting mendirikan negara ini. Pikiran satir ini, bukan isapan jempol. Tak hampa. Dari sejarah kita lihat benarnya. Bukankah Nusantara ini padat dengan berbagai kisah minor tentang pembelotan dan pengkhianatan? Banyak iktibar berkait dengan indikator miris yang dinyatakan Jokowi dalam tulisannya. Jokowi melihat mental dan perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila ini, dipandang menjadi jadi klopnya ketika bertemu dengan perilaku salah urus negara.

1
2
3
4
5
BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda