Aplikasi Marine Buddies WWF sebagai Pelindung Wilayah Konservasi

Aplikasi Marine Buddies WWF sebagai Pelindung Wilayah Konservasi

241
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Kab. Alor. Pengetahuan terhadap wilayah-wilayah konservasi di Indonesia sangat lah minim, terutama bagi wisatawan baru bahkan penduduk sekitar. Seperti di wilayah konservasi yang ada di sekitar Pulau Kepa Kec. Alor Kecil Kab. Alor NTT. Penduduk sekitar dan para wisatawan yang datang tidak mengetahui bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah konservasi yang dilindungi.

“saya baru mengetahui area diving di sekitar Pulau Kepa adalah wilayah konservasi dari aplikasi buatan WWF Marine Buddies” tutur Dito salah satu anggota dari komunitas sahabat alor yang sedang berkunjung. (22/3)

Menurut komunitas sahabat alor apabila tidak adanya pengetahuan atau pemberitahuan bisa merusak ekosistem di wilayah konservasi apabila salah dalam mengelola dan melindunginya.

Sebelumnya, Penanggungjawab dari NGO wilayah NTT berlambang Panda yang identik dengan warna hitam putih Hendri menuturkan “Aplikasi ini adalah wadah penyalur berbagai permasalahan daerah konservasi yang akan diberikan kepada pihak yang berwenang serta membantu wisatawan mengenal dan mengawasi daerah konservasi karena banyak orang yang tidak mengetahui daerah-daerah konservasi yang seharusnya dilindungi bersama-sama”.

Khusus di sekitar Pulau Kepa terdapat beberapa permasalahan yang harus ditangani dengan serius, karena belum adanya indikator-indikator standar untuk wilayah konservasi.

“Daerah konservasi minimal memiliki empat indikator untuk dilindungi dan pemerintah yang berkewajiban memenuhi indikator itu diantaranya; papan informasi mengenai kawasan konservasi, petugas konservasi, adanya patroli, dan adanya program pemberdayaan masyarakat.

“Permasalahan yang ada saat ini di Pulau Kepa keempat indikator tersebut belum terpenuhi sehingga banyak wisatawan yang tidak mengetahui bahwa wilayah tersebut dilindungi. Hal ini merupakan kewajiban pemerintah dalam melindungi kawasan konservasi khususnya di Pulau Kepa.

Disela-sela sosialisasi aplikasi tersebut, Pengelola La Petite Kepa seorang warga negara prancis Anne yang telah mengelola resort di pulau kepa sejak 1998 menambahkan “wilayah perairan pulau kepa banyak wisatawan-wisatawan memakai kapal besar dengan sembarangan melempar jangkar ke dalam laut dan berdampak kepada ekosistem yang ada diperairan. Dan belum sama sekali tersentuh oleh bantuan dari pemerintah baik dari bantuan sarana maupun prasarana sejak resort dibangun tahun 1998”. (Abd)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda