Tari Manasai Budaya Kalteng Pecahkan Rekor Muri

Tari Manasai Budaya Kalteng Pecahkan Rekor Muri

153
1
BAGIKAN

Gerak-an.com, Palangka Raya – Puluhan ribu masyarakat Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah memadai kawasan bundaran besar yang terletak di alun-alun kota. Berkumpulnya pemuda pemudi, orang tua dan para siswa untuk menari bersama dan memecahkan rekor muri tari manasai.

Kegiatan tersebut dikemas sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi ke 43 Korem Panju-panjung. Ribuan aparat TNI maupun Polri juga tersebar di sejumlah penjuru. Selain melakukan pengamanan, mereka juga ikut serta dalam pemecahan rekor Muri itu.

Danrem 102/Pjg Kolonel Arm M Naudi Nurdika juga bergoyang bersama masyarakat untuk menari Manasai. Pemecahan rekor Muri itu dihadiri Kapolda Kalteng Brigadir Jenderal Polisi Anang Revandoko dan pemerintah baik Proovinsi Kalteng maupun Kota Palangka Raya.

“Rekor di mata dunia ini diperoleh karena ada 79.243 penari. Kalteng mencatat rekor dunia penari terbanyak dengan jumlah 79.243 penari,” kata pencatat hasil yang disampaikan lewat pengeras suara di Bundaran Besar Palangka Raya, Jumat (31/3).

Hasil ini tentu sangat membanggakan untuk Kalteng. Terlebih lagi, catatan itu bukan tingkat nasional melainkan sekelas tingkat internasional. Pemprov Kalteng kemudian menerima piagam penghargaan rekor dunia penari terbanyak tersebut. Begitu juga dengan piagam penghargaan rekor Muri yang diberikan ke Wali Kota Palangka Raya HM. Riban Satia.

Sebelumnya ada 85 ribu undangan yang disebar agar masyarakat Kalteng mengikuti tari Manasai untuk memecahkan rekor Muri. “Untuk Palangka Raya sendiri diperkirakan mencapai 22 ribu penari Manasai,” kata Nauli Nurdika disela-sela kegiatan.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan itu juga untuk mengenalkan budaya Dayak yang selama ini masih belum terekspos ke media dengan baik.

“Tujuan kita adalah mengenalkan budaya di bumi Kalimantan Tengah ini. Selain itu juga budaya seperti ini harus dipertahankan kendati era modern saat ini juga terus mempengaruhi halayak banyak yang bisa memudarkan budaya warisan leluhur kita,” tukasnya. (bow)

1 KOMENTAR

Berikan Komentar Anda