Pendataan Tenaga Outsourcing di Kab Belu Belum Menyeluruh

Pendataan Tenaga Outsourcing di Kab Belu Belum Menyeluruh

262
0
BAGIKAN

WhatsApp Image 2017-04-10 at 15.28.40(3)

Gerak-an.com, berdasarkan pengamatan di lapangan banyak perusahan BUMN di Kab Belu yang tidak melaporkan jumlah tenaga kerja outsourcing yang digunakan. Pertamina dan PLN misalnya tidak pernah melaporkan jumlah tenaga kerja outsourcing yang digunakan di Kab Belu.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja, Johanes Basalama Uran, mengungkapkan masih banyaknya perusahaan yang tidak melaporkan penggunaan jasa tenaga kerja outsourcing diakibatkan karena pemahaman mereka terkait pelaporan diurus oleh penyedia jasa tenaga kerja  bukan pengguna jasa tenaga kerja outsourcing.

“Perusahaan itu banyak yang tidak lapor, sebenarnya ini menjadi tanggung jawab dari pengguna jasa bukan dari penyedia jasa, PT Pos Indonesia dan Bank Mandiri misalnya, mereka rutin melaporkan penggunaan jasa tenaga kerja outsourcing”, ungkap Johanes.

PT Pos Indonesia mempekerjakan 6 orang tenaga kerja outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa yaitu PT Dapensi Trio Usaha yang beralamat di Jl. Kamboja No. 6 Denpasar, Bali. Sementara Bank Mandiri memperkerjakan 2 orang tenaga outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa yaitu PT Cakra Satya Internusa yang beralamat di Ruko City Square, Jl. Peta Selatan, Blok A, No 20-21, Kel. Kalideres, Kec. Kalideres, Jakarta Pusat.

Masih maraknya perusahaan yang tidak melaporkan penggunaan jasa tenaga kerja outsourcing di Kab Belu disebabkan karena belum adanya sanksi yang tegas kepada perusahaan. Untuk saat ini sanksi paling berat yaitu pencabutan perizinan perusahaan.

“Dampak dari tidak adanya laporan dari masing-masing perusahaan terkait penggunaan tenaga kerja outsourcing berdampak pada sulitnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kab. Belu”, tutup Johanes. (udy)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda