Tanggul Pallipis Merusak Habitat Penyu dan Budaya Mandar

Tanggul Pallipis Merusak Habitat Penyu dan Budaya Mandar

418
0
BAGIKAN

Majene. Memperingati hari bumi 22 April 2017 dan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Ikatan Alumni Smansa Majene 2012 gelar diskusi dengan tema “Reklamasi dan Tanggul Solusi ataukah Masalah” di Bamboo Cafe Kab. Majene.

Diskusi tersebut dihadiri oleh M Ridwan Alimuddin yang merupakan Pemerhati Budaya Maritim sebagai pembicara. Sepanjang sekitar 700 meter Pemkab. Polman akan membuat tanggul di Dusun Tallo Timur, Ds. Balla, Kab. Polman dimana¬† tempat tersebut merupakan habitat penyu bertelur. “Saat ini dilokasi sudah ada eksapator dan bahan material untuk membuat tanggul sepanjang 700 meter, karena sering ditemukan telur penyu diwilayah itu makanya dinamakan Dusun Tallo sebab tallo dalam bahasa mandar artinya telur” sebut Ridwan.

Ketua AJI Kota Mandar tersebut juga mengatakan bahwa pembuatan tanggul ini tidak hanya terjadi di Pallipis, Kab. Polman namun hampir diseluruh Prov. Sulbar termasuk Kab. Majene itu sendiri. “Yang lucunya pin yang dipakai oleh setiap ASN di Pemprov. Sulbar itu ialah perahu sandeq, namun pada prakteknya justru Pemerintah sendiri yang secara tidak langsung merusak kelestarian perahu sandeq tersebut dengan membuat tanggul disepanjang garis pantai kita” tegas Ridwan.

Sementara itu, Abdul Rachim Muchtar SH, MH yang merupakan praktisi hukum sekaligus anggota LBH Makassar mengungkapkan bahwa upaya hukum yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi persoalan tanggul maupun reklamasi tersebut ialah dengan melakukan gugatan ke PTUN. “Saya siap membantu kawan-kawan dari segi hukum untuk pendampingan, namun tentunya kita harus bersinergi dan bekerja sama misalkan dari segi pembuktian, kawan-kawan dapat melakukan kajian ilmiah apabila wilayah tersebut memang tidak terjadi abrasi namun kemudian ada proyek pembuatan tanggul” ucap Muchtar.

Ia menuturkan bahwa kajian tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai salah satu alat bukti di Pengadilan dalam melakukan gugatan. (Gtt)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.