Tangan Dingin PANGDAM XVI/PATTIMURA “Damaikan Konflik KAILOLO-HITU LAMA”

Tangan Dingin PANGDAM XVI/PATTIMURA “Damaikan Konflik KAILOLO-HITU LAMA”

280
0
BAGIKAN
Mayjen TNI Doni Munardo

Gerak-an.com, Maluku – 10 Mei 2017 di Kantor Gubernur Prov Maluku, dilaksanakan rapat antara Jajaran Forkopimda Maluku dengan dengan Pangdam XVI/Pattimura, Wakapolda Maluku, dipimpin oleh Gubernur Maluku dalam rangka penyelesaian konflik antara warga Kailolo dengan warga Hitu Lama di Dsn. Batu Koneng, Kec. Teluk Ambon, Kota Ambon. Sebagaimana diketahui, Konflik Kailolo-Hitu Lama yang merupakan mayoritas masyarakat muslim ini berawal dari permasalahan batas lahan yang ada di wilayah Dsn. Batu Koneng, Kota Ambon, namun demikian permasalahan yang terjadi sejak 11 April 2017 tersebut berubah menjadi potensi konflik komunal diantara kedua warga.

Dalam pelaksanan rapat penyelesaian konflik kemarin di Kantor Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaf selaku Gubernur Maluku akan segera melakukan upaya pertemuan dengan kedua warga yakni warga Kailolo-Hitu Lama. “Bahwa sebentar lagi kita semua akan memasuki pekan bulan suci ramadhan dan peringatan HUT Pattimura, namun konflik antara warga Kailolo dengan warga Hitu Lama sampai dengan saat ini masih berlangsung. Oleh karenanya perlu segera dilakukan upaya mediasi terkait konflik warga Kailolo dan warga Hitu Lama oleh instansi maupun aparat terkait yang ada di Maluku” Ujar Said. Pihaknya menyayangkan apa yang telah terjadi diantara warga Kailolo-Hitu Lama tersebut. Said Assagaf berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum memasuki bulan suci Ramadhan mendatang.

Sebagaimana diketahui, menurut sejarah bahwa warga Hitu Lama dan warga Kailolo pada awalnya merupakan sebuah keluarga dekat yang memiliki ikatan persaudaraan yang kuat satu dengan yang lain. Dulu, konon warga Hitu lama-Kailolo menjadi tulang punggung rakyat Maluku dalam menumpas penjajah yang datang ke Pulau Ambon. Hal tersebut tentu jelas menyadarkan masyarakat Maluku bahwa sebenarnya warga Kailolo dengan warga Hitu Lama memang berperan penting dalam kemajuan di Provinsi Maluku itu sendiri, Karena sejarah mengatakan demikian terhadap keberagaman yang ada di Provinsi Maluku.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Mayjen TNI Doni Munardo selaku Pangdam XVI/Pattimura dalam rangka upaya penyelesaian konflik Kailolo-Hitu Lama. Pangdam mengatakan terkait dengan konflik Kailolo-Hitu Lama, sebenarnya ada itikad baik dari Raja Hitu Lama terhadap aparat kemanan untuk segera menyerahkan pelaku. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Raja Kailolo untuk meredam warganya agar tidak terpancing dengan isu provokatif yang berkembang di masyarakat. Oleh karenanya, perlu adanya upaya pencegahan terkait adanya isu provokatif yang berkembang di masyarakat. Saat ini, Kodam XVI/Pattimua bersama dengan Kepolisian Daerah Maluku dan instansi terkait terus menjaga kondisi damai yang ada di wilayah Maluku. Kepolisian juga telah bekerja dengan baik dalam mengungkap kasus yang terjadi di Dsn. Batu Koneng. Oleh karenanya, penciptaan kondisi damai juga perlu dilakukan oleh seluruh komponen yang ada di Maluku, dengan tujuan agar kondisi dan situasi tersebut dapat terpelihara dengan baik kedepannya.” Ujar Doni Munardo.

Pangdam Pattimura Fasilitasi Perdamaian Raja Kailolo dengan Raja Hitu Lama
Pangdam Pattimura Fasilitasi Perdamaian Raja Kailolo dengan Raja Hitu Lama

“Warga Maluku merupakan masyarakat yang terkenal dengan perdamaian yang diciptakan, dibandingan di wilayah provinsi lainnya di Indonesia, Maluku dikenal memiliki rasa toleransi beragama yang tinggi saat ini. Hal tersebut ditunjukan dengan banyaknya investor yang datang ke Maluku untuk melakukan pembangunan dibantu oleh penyelenggara negara. Atas dasar tersebutlah, seharusnya kita malu apabila saat ini masyarakat Maluku masih berkonflik. Untuk itu, kedepan kita semua perlu bersama-sama menjaga kondisi damai yang ada di Maluku ini agar tingkat pembangunan maupun tingkat kesejahteraan masyarakat Mauku dapat tercapai.”Ujar Doni.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Raja Kailolo yang menyatakan bahwa warga Kailolo menginginkan ditangkapnya aktor dibalik meninggalnya salah satu warga Kailolo di Dsn. Batu Koneng tersebut. Atas pernyataan tersebut, situasi sempat memanas karna Raja Kailolo tetap menginginkan ditangkapnya aktor yang mengakibatkan meninggalnya Subhan Marasabessy warga Kailolo. Namun demikian, Gubernur Maluku Said Assagaf mengatakan akan memberikan jaminan terhadap warga Kailolo yang tinggal di Dsn. Batu Koneng untuk melakukan aktivitas sehari-hari di Kota Ambon. Raja Kailolo meyakini bahwa sampai dengan saat ini tidak ada itikad baik dari Raja Hitu Lama untuk menghubungi dirinya dalam upaya penyelesaian masalah antar kampung tersebut.

Namun, saat Said Assagaf akan menutup rapat tersebut, tiba-tiba Pangdam XVI/Pattimura menelfon Raja Hitu Lama yang pada kesempatan rapat tidak hadir. Dengan tangan dingin Pangdam Pattimura, pihaknya langsung memfasilitasi perdamaian diantara Raja Kailolo-Hitu Lama pada kesempatan tersebut. Alhasil Raja Kailolo dan Raja Hitu Lama sepakat untuk berdamai satu sama lain. Kemudian, suasana semakin cair ketika Pangdam XVI/Pattimura mengatakan bahwa Raja Kailolo akan segera menemui Raja Hitu Lama untuk menyepakati perdamaian diantara kedua warga. Sosok Pangdam XVI/Pattimura yang memang memiliki triger untuk menjaga perdamaian di Maluku memang diakui oleh masyarakat Maluku itu sendiri, beberapa konflik yang ditangani oleh Pangdam XVI/Pattimura seluruhnya diselesaikan dengan cepat. Penyelesaian konflik yang dilakukan diantaranya adalah Perdamaian Mamala-Morela, Aboru-Hulaliu di Pulau Haruku.
RA

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda