Jalan Nasional Rusak, Bupati : Menghambat Wisatawan ke Solsel

Jalan Nasional Rusak, Bupati : Menghambat Wisatawan ke Solsel

251
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Solok Selatan – Kondisi jalan nasional yang berjarak sekitar 170 Km mulai dari simpang Lubuk Selasih Kabupaten Solok, Sumatera Barat sampai dengan batas Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi saat ini dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Kondisi demikian dapat berdampak pada wisatawan yang akan berkunjung ke Solok Selatan (Solsel).

“Jalan nasional yang juga merupakan akses ke Solok Selatan saat ini dalam kondisi rusak. Hal tersebut tentunya menghambat bagi wisatawan yang akan mengunjungi destinasi wisata di Solok Selatan,” ungkap Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, (18/5).

Muzni menjelaskan kekhawatirannya akan adanya kesan tidak baik dan ketidaknyamanan wisatawan dari luar Solok Selatan yang berkunjung ke daerahnya dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang di sepanjang perjalanannya menuju Kabupaten Solok Selatan.

“Mungkin kita sebagai warga asli Solok Selatan sudah terbiasa bertahun-tahun dengan kondisi jalan rusak tersebut, tapi bagaimana dengan wisatawan dari luar Solok Selatan? terlebih lagi dari luar Sumatera Barat, mereka pasti kaget dan mungkin akan kecewa dengan kondisi jalan yang rusak saat akan berwisata ke Solok Selatan,” ungkap Muzni.

Ia menyayangkan pemeliharaan jalan nasional yang terkesan sangat lambat dan kurangnya tanggung jawab dari pihak yang berwenang sehingga tidak diperbaiki sama sekali.

“Apa tidak ada pemeliharaan sementara? Pemeliharaan jalan nasional sangat lambat sekali bahkan tidak diperbaiki. Kalau memang tidak sanggup jangan jadi jalan nasional,” tukasnya.

Ia berharap jalan nasional segera diperbaiki. Apalagi dalam waktu dekat akan mengahadapi event Tour de Singkarak (TdS) dimana gelaran event tersebut tahun lalu batal diadakan di Solsel lantaran jalan nasional yang akan dilalui peserta TdS yang merupakan akses ke Solok Selatan rusak dan belum diperbaiki.

“Saya khawatir nantinya dikambinghitamkan lagi dengan alasan tender terlambat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan sudah lebih dari tiga kali menyurati ke Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional dan alasan mereka masih sedang dalam proses tender.

“Balai Besar Jalan Nasional sudah lebih tiga kali kami surati. Alasan mereka lagi proses tender,” ungkapnya. (RH)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda