Polda Metro Jaya Turun Tangan Tangkap Anggota Geng Motor di Depok

Polda Metro Jaya Turun Tangan Tangkap Anggota Geng Motor di Depok

91
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Depok – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya turun tangan untuk mengatasi aksi brutal anggota geng motor. Sebanyak 10 remaja ditangkap di Depok. Mereka diduga anggota geng yang terlibat sejumlah tindak kekerasan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Faizal Ramadhani membenarkan penangkapan itu. “Operasi penangkapan dipimpin Subdirektorat 6 Pencurian Bermotor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu dini hari lalu. Kami hanya mem-back up,” kata Faizal, Kamis, 1 Juni 2017.

Belakangan, dari 10 remaja yang ditangkap, tiga di antaranya dilepas karena tidak terbukti terlibat kekerasan. Sementara tujuh remaja lagi tergabung dalam geng motor Jembatan Mampang (Jepang), Gudang Perkara, dan Solter 18. Kelompok-kelompok itu bermarkas di Depok.

Anggota Geng solter 18 yang ditangkap adalah MBJ, 17 tahun, TSP (15) dan MK (15). MBJ disebut mempunyai catatan kriminal di 15 lokasi di kawasan Depok, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Kejahatan yang dilakukan berupa pembacokan. “MBJ sudah tidak bersekolah, sedangkan sua lainnya duduk di kelas IX SMP Swasta di Depok,” ujar Faizal.

Sedangkan anggota geng Gudang Perkara yang ditangkap adalah DI (18), ELS (18), JA, dan RCP. Mereka diringkus di Warung Popaye Jalan Mawar 1 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. JA masih duduk di bangku SMP dan RCP bersekolah di SMK swasta. Sedangkan DI dan ELS sudah tidak bersekolah. DI mempunyai catatan kejahatan di 11 lokasi dan ELS diduga terlibat dalam dua kasus penyerangan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Polisi juga menggerebek dua warnet di Pancoranmas dan Beji yang diduga menjadi tempat mangkal anggota geng. Di warnet pertama, yakni Warnet KTC di Jalan Poin Mas Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, polisi menemukan barang bukti berupa satu set busur panah.

Sedangkan di lokasi kedua Warnet 3 Net di Jalan Raya Tanah Baru Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, didapatkan sebilah kelewang. Para tersangka merupakan sempalan dari geng motor Jepang, yang akan berkumpul mencari sasaran dan melakukan penganiayaan. “Mereka memang menggunakan senjata tajam,” kata Faizal.

Penjaga Warnet KTC, Ozi, 27 tahun, mengatakan penggerebegan terjadi pada Rabu dini hari, saat temannya yang bertugas untuk menjaga warnet. Saat itu, polisi mengabil satu set busur panah pajangan dari kamar di depan warnet. “Yang diambil panah pajangan dari Papua,” ujarnya.

Warnet KTC beroperasi 24 jam dengan jumlah 30 komputer untuk bermain game online. Di ruangan warnet tersebut terdapat mural tiga tokoh animasi Grand Thef Auto V, dengan muka bengis sedang memegang senjata api. Puluhan remaja tanggung bermain game online di warnet tersebut. “Yang banyak dimainkan game online DOTA,” ujar Ozi.

Nina, salah seorang penjual makanan di depan Warnet 3 Net di RT3 RW2 Kelurahan Tanah Baru, mengatakan setiap malam memang banyak anak-anak nongkrong di depan warnet. Nina membenarkan ada kelewang yang disita polisi dari dekat Warnet 3 Net. “Setahu saya kelewang itu bukan dari dalam warnet. Tapi di roling door depan warnet,” ujarnya.

Nina mengetahui puluhan remaja yang sering nongrong memang kerap berkelahi. Namun, mereka berkelahi dengan orang luar. Sedangkan, kelewang yang disimpan mereka untuk berjaga-jaga. “Kelewang itu, memang sudah ada sejak lama. Katanya untuk mereka berjaga-jaga,” ujarnya.

Nina mengungkapkan keberadaan Geng Jepang bukan di dekat warnet 3 Net. Geng Jepang berada di kawasan Swadaya sampai Pitara. “Kalau anak-anak yang nongkrong di sini, ributnya di luar. Enggak di kampung sini.” (IH)

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda