Ini Predikat LKPD Solsel Tahun 2017

Ini Predikat LKPD Solsel Tahun 2017

184
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Solok Selatan – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2016 dari BPK. Hal ini merupakan prestasi membanggakan bagi Kabupaten yang terhitung masih muda di Sumatera Barat ini. Sebelumnya selama empat tahun hanya mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Penyerahahan setifikat opini WTP tersebut diterima langsung Bupati Solsel, H.Muzni Zakaria dari Kepala BPK Perwakilan Sumbar Dra Eliza, MM Ak., CA di Auditorium Kantor BPK, Selasa (6/6).

“Dapat kita raihnya predikat WTP ini merupakan wujud komitmen, tekad, semangat, dan kerja sama serta kerja keras dari seluruh jajaran DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menciptakan sistem pegelolaan keuangan dan aset yang mumpuni,” ujar Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

Ia menjelaskan ditahun depan akan terus meningkatkan agar LKPD semakin berkualitas terutama dalam mengelola aset daerah dan penyajian catatan atas laporan keuangan.

“Atas pemeriksaan laporan keuangan tahun 2016 ini, akan kami jadikan sebagai persiapan pemeriksaan di tahun mendatang agar LKPD Solok Selatan bisa lebih erkualitas, terutama dalam hal mengelola aset daerah dan penyajian catatan atas laporan keuangan,” jelasnya.

Keberhasilan WTP itu pula hendaknya mendorong upaya menciptakan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan ke arah lebih baik. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemkab Solsel semakin meningkat.

“Sukses meraih WTP mengandung konsekuensi yang lebih besar, di samping tantangan yang semakin berat. Sebab, opini itu mesti dipertahankan, bahkan ditingkatkan kualitasnya,” jelas Bupati.

Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahmam menjelaskan selama empat tahun terakhir, Solok Selatan hanya meraih predikat WDP dikarenakan permasalahan penataan aset daerah. Hal itu sebutnya tak terlepas dari persoalan limpahan aset saat Kabupaten Solok Selatan mekar dari Kabupaten Solok.

“Aset yang sulit itu merupakan aset limpahan dari pecahan Kabupaten Solok. Kemudian yang menghalangi kita dapat opini WTP tahun lalu itu adalah nama ruas jalan yang kerap berubah-ubah diajukan oleh masyarakat. Padahal jalan itu masih dititik yang sama tapi sering disampaikan dengan nama yang berbeda. Namun itu sekarang sudah bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

Ketua DPRD Solsel, Sidik Ilyas pada kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras pemerintah daerah sehingga menghasilkan WTP untuk pertama kalinya bagi Solok Selatan.

“Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan dijadikan sebagai motivasi bagi solok selatan untuk lebih maju kedepannya,” ungkapnya.

Semantara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Eliza mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk tindak lanjut atas LHP BPK tahun lalu. Sehingga Solok Selatan dapat meningkatkan opini atas Laporan keuangannya menjadi WTP

“Opini WTP diraih karena Pemkab Solsel benar benar serius dan konsekuen dalam mengelola dan menerapkan pelaporan keuangan dan aset pemerintah menggunakan sistem secara aktual,” jelasnya.

Ia menjelaskan, LHP atas LKPD Tahun 2016 terdiri dari tiga laporan utama yaitu LHP atas LKPD Tahun 2016, LHP atas Sistem Pengendalian Intern (SPI), dan LHP atas Kepatuhan terhadap Peraturan perundang-undangan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, laporan keuangan akan terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan, sehingga terdapat penambahan tiga laporan keuangan, yaitu laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, dan laporan perubahan saldo anggaran lebih. (RH)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda