Said Iqbal Terpilih Kembali Sebagai Pengurus Pusat ILO

Said Iqbal Terpilih Kembali Sebagai Pengurus Pusat ILO

168
0
BAGIKAN

gerak-an.com, Jakarta (DKI Jakarta) – Presiden KSPI yang juga Presiden FSPMI, Said Iqbal, terpilih kembali sebagai salah satu pengurus pusat Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, (ILO Governing Body – United Nation). Jabatan strategis dan bergengsi itu diperoleh Said Iqbal dalam Sidang Intenational Labour Conference (ILC) pada tanggal 12 Juni 2017 jam 15.45 waktu Jenewa, Swiss, atau sekitar pukul 20.45 WIB.

Ini adalah periode kedua Said Iqbal terpilih kembali sebagai pengurus pusat ILO periode tahun 2017 – 2020. Sebelumnya, Said Iqbal terpilih pada periode 2015 – 2017.

Sebagai salah satu pengurus pusat International Labor Office, Said Iqbal mewakili hampir 1 milyar buruh yang ada di seluruh dunia.

Said Iqbal mendapatkan amanah sebagai salah satu pengurus pusat ILO karena dianggap konsisten mewakili kaum buruh dalam mengangkat dan memperjuangkan isu-isu buruh di Kawasan Asia Pasific. Isu-isu tersebut terkait dengan kerja layak, melawan upah murah, menolak sistem kerja outsourcing dan pemagangan yang mengeksploitasi kaum buruh, memperbaiki manfaat jaminan pensiun dan kesehatan bagi buruh dan rakyat, menolak “keserakahan perusahaan korporasi multinasional”, melindungi hak-hak pekerja perempuan, melawan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh.

Selain isu-isu tersebut di atas, Said Iqbal juga memperjuangkan agar daya beli buruh tidak turun. Hal ini terlihat dari perjuangan KSPI dalam menolak pencabutan subsidi, menolak kenaikan harga tarif dasar listrik, BBM, serta memperjuangkan harga transportasi dan perumahan murah.

“Komitmen inilah yang membuat unsur perwakilan buruh di dunia memilih kembali Said Iqbal sebagai salah satu pengurus pusat ILO yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian disampaikan Wakil Presiden DPP FSPMI, Kahar S. Cahyono.

Menurut Kahar, kepercayaan buruh dunia terhadap pemimpin buruh Indonesia ini harus direspon positif dengan cara mendukung perjuangan kaum buruh yang dimotori oleh KSPI bersama serikat pekerja lainnya di Indonesia, termasuk FSPMI.

“Apalagi saat ini perjuangan kaum buruh di Indonesia sedang mengangkat isu HOSJATUM,” ujar Kahar, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Infokom dan Media di KSPI.

HOSJATUM adalah singkatan dari Hapus OutSourcing – Jaminan Sosial: jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan manfaat jaminan pensiun sama dengan jaminan pesiun yang diperoleh PNS/TNI/Polri) – Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015.

Tidak hanya itu, KSPI juga memperjuangan penolakan terhadap kenaikan TDL dan BBM, serta menuntut agar subsidi tetap diberikan kepada rakyat kecil dan kaum buruh. Hal inilah yang juga disampaikan Said Iqbal di dalam Konferensi ILO di Jenewa.

Tentu tak ada gading yang tak retak. Said Iqbal tetaplah seorang manusia yang punya kekurangan. Namun apapun itua, dunia telah mengakui bahwa Said Iqbal adalah salah satu pemimpin serikat buruh terbaik di dunia.

“Ini terbukti ketika bung Iqbal masih dipercaya Governing Body ILO. Bahkan pada tahun 2013, bung Iqbal dipilih sebagai pemimpin buruh dan penggiat HAM terbaik oleh FNV Belanda dan mendapatkan anugerah febe elizabeth velásquez awards,” kata Kahar.

Lebih lanjut Kahar mengatakan, sebagai tokoh pemimpin buruh Indonesia dan dunia, tidak heran jika Said Iqbal selalu diterpa isu dan fitnah yang bertujuan melemahkan gerakan buruh di Indonesia. Fitnah-fitnah tersebut bertujuannya untuk meruntuhkan kepercayaan anggota FSPMI dan KSPI. Tetapi faktanya buruh Indonesia dan buruh dunia tetap menghargai, menghormati, dan memberikan kepercayaan kepada Said Iqbal.

“Ini menjawab bahwa fitnah-fitnah itu tidak benar. KSPI dan FSPMI yang dipimpin Said Iqbal tetap akan melangkah dan terus berjuang memperbaiki nasib kaum buruh di Indonesia dengan kekuatan buruh itu sendiri yang tidak bergantung kepada pemerintah maupun pengusaha,” katanya.

Selamat kepada Said Iqbal yang telah terpilih kembali sebagai salah satu pengurus pusat ILO periode tahun 2017.

Dari: Kahar S Cahyono (Ivn)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda