Solsel Minta PLN Segera Bangun GI, Untuk Atasi Krisis Listrik

Solsel Minta PLN Segera Bangun GI, Untuk Atasi Krisis Listrik

203
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Solok Selatan – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, berharap kepada Perusahaan Listrik Nasional (PLN) persero agar mempercepat pembangunan Gardu Induk (GI) di wilayah setempat. Ini menyusul pengerjaan mega proyek Supreme Energy sudah memasuki tahap konsumsi yaitu proses pembangunan pembangkit listrik itu sendiri.

“Krisis listrik yang dialami oleh masyarakat Solok Selatan tidak akan pernah teratasi, selagi wilayah Solok Selatan belum memiliki Gardu Induk,” ujar Field Representative PT Supreme Energy Muara Laboh (PTSEML), Bujang Joan Datuak Panyalai, (16/6).

Tanpa GI, hasil listrik yang dihasilkan oleh pembangkit di Solok Selatan tidak bisa lansung dinikmati oleh masyarakat karena harus dibawa dulu ke luar daerah. Saat ini sambungnya, wilayah Solok Selatan masih bergantung kepada daerah Solok untuk suplai listriknya.

“Sejauh ini, listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik yang ada di Solok Selatan di salurkan dulu ke Solok baru didistribusikan ke masyarakat Solok Selatan. Dengan rentang jarak yang panjang, maka penyaluran listrik ke Solok Selatan rawan gangguan,” lanjut Bujang Joan.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok Selatan mengaku sangat prihatin dengan kondisi kelistrikan di Solok Selatan. Sebagai daerah yang kaya akan sumber energi listrik sebut Wabup sangat tidak sesuai dengan apa yang dirasakan masyarakat dalam bidang penerangan tersebut.

“Bagi kita masyarakat Solok Selatan, listrik padam adalah keadaan yang biasa, sedangkan listrik menyala itulah kondisi yang luar biasa bagi masyarakat kami. Bahkan saya sering mendapat pesan keluhan dari masyarakat terkait seringkali pemadaman listrik oleh PLN,” kata Wabup.

Apalagi lanjutnya, dibulan puasa ini baik sahur maupun saat berbuka, tak jarang masyarakat makan dalam kegelapan. Dengan kondisi seperti itu kata Wabup, pihaknya berharap supaya PLN secepatnya membangun GI untuk mengatasi krisis listrik yang masih sering terjadi itu.

“Untuk mengatasi pemadaman ini, Solok Selatan membutuhkan Gardu Induk sendiri untuk menampung sumber daya yang dihasilkan oleh setiap pembangkit listrik di sini. Dengan adanya GI di Solok Selatan, maka tak ada lagi kekhawatiran gangguan yang disebabkan rentang jarak yang jauh,” pungkasnya.

Di Solok Selatan sendiri ucap Wabup lagi, sejatinya sudah ada dua Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas sekitar 20 Megawatt. Sementara kebutuhan untuk memerangi seluruh wilayah Solok Selatan diperkirakan hanya membutuhkan kapasitas sekitar 5 MW.

“Mengingat kebutuhan kita hanya lima MW, harusnya kita sudah bebas dari krisis listrik dengan memanfaatkan dua PLTMH tersebut. Tetapi karena tidak ada GI untuk menampung semua daya tersebut, krisis tersebut belum juga teratasi. Oleh karena itu kita harus punya GI untuk mengatasi masalah ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Manajer Bidang Perencanaan PT PLN UIP Sumbagteng, Sutan S. Hutasoit mengatakan pihaknya sekarang baru masuk tahap pengurusan Analisi Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pembangunan GI di Solok Selatan.

“Pemenang tendernya pengurusan Amdalnya sudah ada, kita tidak mungkin membangun tanpa adanya Amdal,” katanya. (RH)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda