Sejumlah Sekolah Di Solsel Tetap Minta Biaya Daftar Ulang Tanpa Adanya Instruksi...

Sejumlah Sekolah Di Solsel Tetap Minta Biaya Daftar Ulang Tanpa Adanya Instruksi Disdik Sumbar

193
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Solok Selatan – Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat memungut biaya kepada orang tua murid. Pungutan itu dikemas dalam biaya daftar ulang saat memasuki tahun ajaran baru 2017 ini. Padahal Dinas Pendidikan Provinsi tidak menginstruksikan kepada sekolah untuk melakukan pungutan biaya pendaftaran ulang tersebut.

“Bahkan ada sekolah di Solok Selatan ini secara terang meminta uang titipan iuran bulanan dan titipan buat uang pembangunan selama dua bulan ke depan. Kata titipan itu tertera langsung di formulir pendaftaran dan kemenakan saya mau tak mau membayar itu, karena telah menjadi syarat dalam mendaftar ulang tersebut,” kata diki, yang mengaku kemekannya membayar biaya daftar ulang ke SMAN 6 Solok Selatan, sebesar Rp 650 ribu.

Hal ini sebut diki sangat ironis, mengingat setiap sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau daerah yaitu sekolah negeri, dalam melakukan tugas dan fungsinya menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pihak sekolah telah didukung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahkan 20 persen dana APBD diperuntukkan untuk menunjang dunia pendidikan tersebut.

Menurutnya, bukankah sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan terhadap wali murid jika merujuk pada Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Dasar. Dimana katanya, Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Dasar menyatakan Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

“Dalam Undang-Undang dan Peraturan Menteri tersebut telah dijelaskan larangan dilakukannya pungutan jenis apapun di sekolah negeri saat lulus atau pun penerimaan siswa baru, mulai dari tingkat SD, SMP dan SLTA sederajat yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat ataupun daerah. Pemerintah menjamin pendidikan dasar tanpa pungutan, terutama untuk pendidikan SD, SMP dan SMA atau SLTA sederajat,” ujarnya.

Ini lanjutnya lagi, merupakan suatu kabar miring yang patut ditelusuri oleh pihak yang berwenang menanganinya. Sebab katanya, hal itu sangat memberatkan bagi sejumlah orang tua murid, terutama bagi mereka yang tidak mampu.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, ada beberapa sekolah yang melakukan pungutan terhadap wali murid saat memasuki ajaran tahun baru tersebut saat ini. Besaran biaya yang dibebankan oleh satu sekolah berbeda dengan sekolah lainnya. Jika SMAN 6 Solok Selatan membebankan biaya daftar ulang sebesar Rp 650 ribu bagi calon siswa perempuan dan Rp 540 ribu bagi calon siswa laki-laki. SMAN 3 Solok Selatan justru lebih besar yaitu Rp 965 ribu untuk calon siswa perempuan dan Rp 805 ribu untuk calon siswa laki-laki.

Meskipun belum ada instruksi pungutan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat yang berwenang terhadap SMA tahun ini, pihak sekolah berdalih, biaya tersebut dipungut sesuai kesepakatan dengan komite sekolah tahun lalu dan berlangsung saat pengembalian formulir. Kepala sekolah SMAN 3 Solok Selatan, Syamsuria memperlihatkan kwitansi pendaftaran ulang tersebut ada beberapa item yang tertera yang harus dibayar oleh orang tua murid saat pengembalian formulir.

Item itu adalah pakaian olahraga, baju MOS, pakaian muslim, atribut sekolah, baju seragam kabupaten, iuran rutin SPP dua bulan, titipan uang pembangunan, simpanan pokok koperasi serta kartu siswa dan pustaka.

“Biaya tersebut demi kelancaran operasional sekolah. Kemudian ada juga jilbab untuk calon siswa perempuan,” sebutnya meskipun dalam kwitansi tidak ada tertera pemberian jilbab.

Sejauh ini, SMAN 3 Solok Selatan telah berhasil mengumpulkan biaya daftar ulang tersebut sebesar Rp 223.500.000 dari 252 siswa baru yang telah mendaftar dan langsung membayar biaya pendaftarannya.

Meskipun tanpa rapat komite lagi, Ketua komite sekolah SMAN 3 Solsel, Hirnil Jasman mengaku telah sepakat dengan pihak sekolah untuk melanjutkan kesepakatan yang dirancang tahun lalu terkait pemungutan biaya daftar ulang dilakukan lagi tahun ini.

“Ini dilakukan karena tidak ada anggaran dari pemerintah dalam membantu pembiayaan operasional sekolah seperti memberi gaji guru honorer. Jika ada maka kami tidak akan memungut biaya ini,” ucapnya.

Sementara, untuk SMAN 6 Solok Selatan mensyaratkan biaya daftar ulang bagi calon siswa yang baru tidak sebesar yang dilakukan SMAN 3 Solok Selatan. Kepala sekolah SMAN 6 Solok Selatan, Edi Nasri mengaku biaya yang dipungut oleh sekolahnya berkemungkinan yang terkecil sari setiap sekolah SMA sederajat yang ada di Solok Selatan.

Adapun biayanya sendiri yaitu sebesar Rp 650 ribu bagi calon siswa perempuan dan Rp 540 ribu bagi calon siswa laki-laki. Item yang mesti dibayar oleh calon siswa baru adalah baju olahraga, baju muslim, atribut sekolah, asuransi untuk satu tahun, titipan SPP Juli-Agustus 2017, titipan BP3, jilbab 3 helai bagi calon siswa perempuan.

“Namun pembayarannya tidak harus lunas, boleh diangsur. Sekolah lain masih lebih besar dari ini,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Burhasman Bur menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi kepada sekolah untuk melakukan pungutan biaya pendaftaran ulang tersebut.

“Apalagi harus membayar titipan uang SPP. Mestinya siswa belajar dulu baru diminta iuran SPP tersebut. Nanti akan saya tindaklanjuti sekolah-sekolah yang melakukan pungutan itu,” katanya. (RH)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda