Merawat Keberagaman Tumbuhan dan Satwa, Menyatu Dengan Alam Indonesia

Merawat Keberagaman Tumbuhan dan Satwa, Menyatu Dengan Alam Indonesia

63
0
BAGIKAN

Belu. Kabupaten Belu dipilih sebagai Kabupaten pelaksana perayaan hari lingkungan hidup tingkat provinsi tahun 2017. Dipilihnya Kabupaten Belu sebagai tempat pelaksanaan karena sejumlah prestasi yang telah ditorehkan dalam mengelola lingkungan hidup.

Kabupaten Belu tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sudah memperoleh penghargaan adipura. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi semua warga masyararakat di wilayah Nusa Tenggara Timur mengingat acara ini juga dihadiri oleh seluruh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten se-Prov. NTT.

Dalam rangkaian kegiatan pertama (18/7), pelaksanaan kegiatan difokuskan di TPI Atapupu. Kegiatan diisi dengan seminar sehari tentang peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kegiatan penanaman 1000 pohon mangrove yang diikuti oleh puluhan warga, siswa sd, smp dan pejabat pemerintah di jajaran dinas lingkungan hidup.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Petrus Bere dalam sambutanya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengelola lingkungan hidup dengan aksi nyata bukan hany sebatas omongan dan slogan semata.

“Lingkungan hidup merupakan salah satu komponen dalam kehidupan dalam rangka menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Perlu ada refleksi mendalam dari dalam diri masyarakat untuk bersama-sama mengelola lingkungan hidup. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara masyarakat dan lingkungan.

Dalam kesempatan itu Petrus Bere juga mengevaluasi pelaksanaan pohon massal secara serentak yang dilakukan oleh pemerintah desa dimana setiap tahun dilaksanakan kegiatan tersebut namun belum ada hasil signifikan yang diperoleh.

“Setiap tahun dilaksanakan penanaman 1000 pohon mangrove di masing-masing wilayah namun belum terdapat hasil nyata dari upaya penanaman tersebut, hal ini perlu menjadi evaluasi dan perhatian kita bersama apakah kesalahan tersebut terletak pada cara penanaman, lokasi penanaman atau pada perawatan tanaman.

Sementara pada puncak pelaksanaan hari lingkungan Hidup (19/7) yang dilaksanakan di Dusun Kian Rai Ikun, Desa Tialai, Kec. Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Beni Letelnone mengajak seluruh komponen masyarakat agar dapat menjaga lingkungan dengan melakukan aksi nyata.

Munculnya ajakan ini diakibatkan oleh saat ini terdapat beberapa satwa dan tumbuhan yang berstatus kritis dan hampir punah. Hal ini apabila tidak segera ditangguangi bersama berpotensi dapat mengancam keanekaragaman satwa dan tumbuhan di Indonesia.

“Berdasarkan data IUCN, Indonesia memiliki 2 jenis spesies satwa dan 1 spesies tumbuhan yang berstatus punah. Untuk yang berstatus genting terdapat 167 spesies satwa dan 72 spesies tumbuhan. Sementara untuk status kritis terdapat 66 spesies satwa dan 115 spesies tumbuhan” tutur Benni.

Oleh karena itu pemerintah pusat  melalui pemerintah provinsi terus mengajak masyarakatagar dapat berperan serta menjaga keberlangsungan keanekaragaman hatai di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan dua upaya dalam rangka menjaga keberlangsungan spesies satwa dan tumbuhan di Indonesia yaitu memberikan perlindungan khusus terhadap habitat dan keberlangsungan spesies serta melakukan pemberantasan terhadak kegiatan jual beli tumbuhan danstwa liar.

“Keberhasilan dalam menjaga lingkungan tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam mejaga lingkungan dengan melakukan aksi nyata, peran serta pemerintah pusat jelas yaitu dengan ditemukannya 100 fauna baru dan 269 jenis tumbuhan baru” ajak Benni kepada para undangan yang hadir.

Dalam kegiatan ini juga diserahkan penghargaan Kalpataru oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur terhadap 7 warga perwakilan di masing-masing kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur dan ditutup dengan kegiatan penanaman pohon cendana. (udy)

 

 

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda