Cegah Radikalisme, Forum Pemuda Gelar Sosialisasi.

Cegah Radikalisme, Forum Pemuda Gelar Sosialisasi.

646
0
BAGIKAN
Narasumber

Gerak-an.com, Bukit Kemuning – Akhir-akhir ini isu yang berkembang tentang paham keagamaan radikal ditengah masyarakat terasa meresahkan. Melihat gejala itu Forum Pemuda Bukit Kemuning bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) mengadakan sosialisasi kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas keagamaan, majelis ta’lim Masjid, tenaga pendidik, pelajar serta ratusan masyarakat, kemarin Kamis (27/7). Acara yang mengangkat tema “Melalui Silaturahmi Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Menuju Masyarakat Lampung Utara Yang Aman, Damai dan Religius, Menangkal Paham Radikal” tersebut diselenggarakan tepatnya di Gedung Perwibu Bukit Kemuning, Kab. Lampung Utara. Jum’at (29/7/17).

Pada kesempatan itu Camat Bukit Kemuning, Heri Firdaus dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir mengikuti halal bihalal ini dalam rangka sosialisasi paham mencegah berkembangnya paham radikal. Dirinya harapkan kegiatan ini kedepannya dapat diadakan kembali untuk terus mengantisipasi radikalisme agar tidak muncul di Kabupaten Lampung Utara secara khusus di kecamatan Bukit Kemuning.

“Sekiranya masyarakat untuk ikut memantau dan mengawasi segala aliran-aliran baru/asing yang masuk di lingkungan sekitar kita, agar Kecamatan Bukit Kemuning tetap maju bersama dalam segala kegiatan yang sah dan benar sesuai akidah agama”, ujar Heri Firdaus.

Ketua MUI, H. Mughofir yang hadir sebagai narasumber menuturkan melalui halal bihalal ini mari kita kuatkan kerukunan, damai, gotong royong dan religius dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan sosial. Dirinya juga mengungkap bahwa masyarakat Bukit Kemuning memiliki guyub kerukunan yang kuat, oleh karena itu jangan sampai masyarakat dan khususnya para pemuda terpengaruh oleh paham keagamaan radikalisme yang memanipulasi pikiran (cuci otak) dengan janji-janji manis surga.

“Saya himbau kepada para ulama, kyai dan orang tua untuk membekali anak-anak dan remaja kita dengan pemahaman islam yang benar dan sesuai syariat agama islam”, tuturnya.

Kapolsek Bukit Kemuning, Kompol Emrosadi yang turut hadir sebagi narasumber ke dua menyampaikan apabila masyarakat ada yang mengetahui adanya paham-paham baru/asing yang mencoba masuk ke lingkungan tempat tinggal kita segera melaporkan kepada aparat keamanan untuk diidentifikasi.

Kompol Emrosadi mengharapkan masyarakat lapisan bawah juga harus gencar dilakukan sosialisasi pencegahan paham keagamaan radikal yang mencoba untuk berkembang, sesuai dengan kondisi masyarakat itu sendiri. Dengan begitu, paham radikal yang menjadi kekhawatiran pemerintah bisa ditangkal. “Kalau pun ada yang mencoba menyusupkan paham-paham tersebut, tentu akan ditolak karena sudah adanya pemahaman masyarakat”, tuturnya mengakhiri materi. (Ctr)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda