AKTIVITAS ORANG ASING DI PERBATASAN BELU MENINGKAT, IMIGRASI BENTUK TIM PORA

AKTIVITAS ORANG ASING DI PERBATASAN BELU MENINGKAT, IMIGRASI BENTUK TIM PORA

62
1
BAGIKAN

Belu. Kabupaten Belu merupakan salah saatu wilayah di Nusa Tenggar Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kabupaten Belu merupakan etalase Indonesia di mata Dunia oleh karena itu dibangunya PLBN Motaain untuk menciptakan kesan bahwa Indonesia memiliki citra positif di mata dunia.

Seiring dengan Kabupaten Belu sebagai etalase Indonesia di mata dunia juga memberikan dampak meningkatnya aktivitas keluar masuk warga negara asing ke Indonesia aupun sebaliknya. Untuk mencegah terjadinya upaya penyusupan kepentingan asing dari luar melalui Jalur PLBN Motaain, Imigrasi menginisiasi dibentuknya Tim PORA (Pengawasan Orang Asing) untuk mengawasi aktivitas keluar masuk warga negara asing di wilayah perbatasan.

Kepala Imigrasi Kelas II Atambua, Kurniadie SH, MH, saat dimintai keterangan terkait tujuan dibentuknya Tim Pora adalah untuk menciptakan koordinadi yang baik dan terpadu diantara masing-masing stakeholder yang terlibat dalam pengamanan di Perbatasan Belu-Timor Leste terutama dalam hal pengawasan orang asing.

“Saat ini masih banyak pelintas batas ilegal yang keluar masuk Indonesia dengan menggunakan jalur tikus, oleh karena itu perlu adanya sinergitas diantara masing-masing instansi yang terlibat dalam pengamanan perbatasan sehingga dapat meminimalisisr adanya tindakan ilegal dari pelintas batas ilegeal di sekitar wilayah perbatasan Belu-Timor Leste”, terang Kurniadie.

Selain dari aparat yang berwenang, perlu adanya peran serta aktif dari masyarakat untuk ikut menjaga keamanan di wilayah batas dari segala bentuk kegiatan pelintas batas ilegal. Masyarakat diharapkan dapat melaporkan kepada aprarat terkait apabila melihat dan menukan adanya aktivitas dari pelintas batas ilegal.

Senada dengan pernyataan Kurniadie, Wakil Bupati Belu, Drs. JT. Ose Luan yang juga hadir dalam rapat pembentukan Tim Pora yang dilaksanakan di Ruang Rapat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain (1/8) menjelaskan bahwa Kabupaten Belu sangat rentan terhadap adanya susupan aktivitas asing oleh karena itu perlu adanya sinergitas dari masing-masing instansi untuk menanggulanginya terutama masalah penyelundupan manusia, narkoba, psikotropika, dan kepentingan bernuansa politik, ekonomi, sosial budaya yang dapat mengancam stabilitas negara dan daerah.

“Keberadaan orang asing di wilayah hukum Indonesia perlu mendapat perhatian semua pihak dan koordinas yang baik antar instansi, mengingat Kabupaten Belu sebagai tempat yang strategis sebagai tujuan dan tempat transit yang potensial sehingga rawan disusupi dengan kepentingan asing seperti pelintas batas ilegal, penyleundupan barang, narkoba, psikotropika, dan kepentingan bernuansa politik, ekonomi dan sosial budaya yang dapat mengganggu stabilitas daerah dan nasional.

Ose menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu bukan berarti anti asing dan tidak bisa menerima orangasing datang di wilayah Indonesia tetapi Warga Negara Asing bolegh datang ke Kabupaten Belu namun harus sesuai dengan tata aturan yang berlaku terkait perlintasan orang.


Untuk mendukung peran serta masyarakat dalam mejaga perlintasan warga asing di wilayah Kabupaten Belu,imigrasi mensosialisasikan peluncuran aplikasi pelaporan orang asing yang dapat diaskses oleh seluruh masyarakat yang memiliki gagdet dengan website http://apoa.imigrasi.go.id. Dengan demikian masyarakat diharapkan dapat berperan aktif untuk menyukseskan aparat keamanan terkait untuk menjaga stabilitas wilayah dari ancaman asing. (Shances)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

Berikan Komentar Anda