Pondok Pesantren, Salah Satu Sarana Perwujudan Masyarakat Solsel Religius

Pondok Pesantren, Salah Satu Sarana Perwujudan Masyarakat Solsel Religius

200
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Solok Selatan – Pondok pesantren (Ponpes) dinilai sebagai salah satu sarana yang efektif dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama islam dan juga dalam mewujudakan masyarakat Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, menjadi masyarakat religius seiring dengan visi misi daerah itu yaitu mewujudkan Kabupaten Solok Selatan sejahtera dan religius. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kemenag Solsel, Syahrul, didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Syaiful Anwar kepada Gerak-an.com, (18/8).

“Keberadaan pondok pesantren di Solok Selatan sangat efektif dalam rangka mewujudkan masyarakat yang religius, hal itu seiring dengan visi misi bupati saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sebab untuk menjadikan masyarakat religius tidak semudah seperti membalikan telapak tangan, tetapi harus adanya kegiatan-kegiatan nyata. Salah satunya seperti di ponpes yang mempunyai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Para santri di pondok pesantren dianjurkan untuk dapat mengajak masyarakat yang berada di sekitar pondok pesantren untuk shalat berjamaah dan juga mengaji,” ungkapnya.

Kegiatan-kegiatan di pondok pesantren sebutnya, lebih banyak mengkaji dan memperdalam tentang agama islam seperti mempelajari kitab dan mengaji.

“Sebelum shalat subuh para santri melakukan kegiatan pegajian dan setelah shalat subuh pendalaman ilmu agama dan membaca kitab. Pada pagi sampai siang hari dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar seperti sekolah MTS atau MA,” jelasnya.

Tak hanya sampai disitu, setelah shalat magrib para santri juga kembali melakukan kegiatan keagamaan.

“Setelah shalat maghrib, para santri kembali mengaji dan membaca kitab,” katanya.

Saat ini ada 5 (lima) ponpes besar di Solok Selatan yang telah terdaftar di Kementerian Agama Solok Selatan. Kelima pondok pesantren itu yakni Ponpes Bustanul Huda, Ponpes PPATI (Pondok Pesantren Alhidayah Tarbiyah Islamiyah), Ponpes Andalusia, Ponpes Tarjunnajah, dan Ponpes Darul Ulum.

Sementara, Ketua MUI Solsel dan juga pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Huda, Syarkawi Aziz menjelaskan dalam upaya pengimplementasian pengamalan agama islam di lingkungan masyarakat, rencananya akan dibuat kampung santri di sekitar Ponpes yang dipimpinnya.

“Rencananya di sekitar pondok pesanren Bustanul Huda, di Jorong Malus, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir akan dibuat menjadi kampung santri,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dengan adanya kampung santri akan terjadi implementasi secara langsung antara masyarakat dan pesantren.

“Di kampung santri ini nantinya akan nampak geliat islamiyah pengamalan agama islam di tengah-tengah masyarakat. Akan nampak aktifitas masyarakat dengan islami dan nantinya akan dijadikan contoh oleh masyarakat atau desa lainnya,” ungkapnya.

Saat ini rencana pembuatan kampung santri tersebut masih dalam tahap perencanaan dan akan dilaunching pada hari santri nasional.

“Rencana akan kami launching pada Hari Santri Nasional 22 oktober 2017, dan diresmikan oleh Bupati dan kanwil Kemenag,” ungkapnya. (RH)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda