Parkir Kampus Dipungut Biaya, Mahasiswa UNP Gelar Unjuk Rasa

Parkir Kampus Dipungut Biaya, Mahasiswa UNP Gelar Unjuk Rasa

1065
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Padang – Dilatarbelakangi atas kebijakan internal kampus yang memberlakukan pungutan parkir bagi kendaraan bermotor yang masuk ke kampus Universitas Negeri Padang (UNP), baik mahasiswa dan masyarakat, sekitar 50 orang mahasiswa UNP yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNP Peduli berunjuk rasa di depan Gedung Rektorat Kampus UNP, (11/10).

Rico, salah satu mahasiswa yang berunjukrasa mengatakan dengan alasan menghindari atau mengantisipasi adanya pencurian kendaraan bermotor, pihak UNP melakukan pungut biaya parkir Rp. 3.000,- bagi penguna mobil dan Rp 2.000,- bagi pengguna motor, hal tersebut berlaku bagi siapa saja yang masuk untuk parkir maupun hanya melewati kawasan UNP.

“Hal ini sangatlah tidak etis dan memalukan sekali. Uang parkir itu dipungut oleh Satuan Pengamanan (Satpam). Dan anehnya lagi untuk beribadah di Mesjid Al Azhar yang berada didalam komplek kampus ini saja, tetap dikenakan biaya parkir,” ungkapnya.

Keanehan lain dari karcis parkir itu sebutnya, tidak adanya legalitas atau penanggung jawab dari kacis tersebut, bahkan stempel sah dari pihak UNP pun tidak tercantum pada karcis tersebut.

“Ini sepertinya akal-akalan dari pihak UNP saja,” cetusnya.

Ia menambahkan apabila benar hanya untuk pencegahan pencurian kendaraan, untuk apa dibentuk atau digaji petugas Satpam. Pihaknya sebagai mahasiswa yang merasa bagian dari kampus UNP sangat menyayangkan kebijakan yang dilakukan pihak kampus.

“Sepertinya para petinggi kampus ini sudah kehilangan akal sehatnya, sehingga berani mengambil kebijakan yang kurang populer dan memalukan ini,” katanya

Sementara, Kabiro Perencanaan, Kerjasama dan Humas UNP, Ahmad Amdani Menjelaskan sejak 1 Agustus 2017 l, UNP telah menerapkan parkir sistem stiker. Untuk mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan dapat memperoleh stiker dengan  melampirkan photo copy STNK di fakultas masing-masing.

Untuk tamu dikenakan uang parkir sebesar Rp 3.000, untuk mobil dan Rp 2.000,- untuk motor.

“Pungutan parkir ini bukan tujuan, tapi bagian dari meningkatkan keamanan dan layanan memberikan kenyamanan bagi pengguna¬† jasa parkir serta mewujudkan suasana ‘friendly campus’ dan uang yang didapat dari pungutan parkir akan disetorkan ke Kas Unviersitas UNP,” katanya.

Masalah tersebut sudah pernah disosialisasikan ke mahasiswa namun terdapat sebagian mahasiswa tidak mau menerima.

“Saat ini rektor UNP sedang tidak ada di tempat sehingga untuk penjelasan masalah ini kepada mahasiswa kemungkinan akan diundur besok, karena besok rektor sudah mulai masuk kantor,” ungkapnya. (RH)

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda