PMII Lampura Gelar Dialog Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

PMII Lampura Gelar Dialog Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

1257
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Kotabumi – Pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kotabumi Lampung Utara menggelar dialog bahaya narkoba, Jumat (27/10) di gedung KORPRI Kotabumi Lampung Utara.

Kegiatan dihadiri oleh asisten III Efrizal Arsyad, sebagai narasumber Kasat Narkoba Polres Lampung Utara Iptu Andri Gustami, bagian hukum sekretariat Pemkab Lampura Abberor, Kabid politik kesbang Rohim Pauzi, diikuti sekitar‎ 130 orang peserta berasal dari siswa siswi SMA di Kotabumi, mahasiswa dan mahasiswi.

Ketua pelaksana, Rusmi mengatakan berangkat dari kegelisahan masyarakat, media sosial dimana banyaknya penangkapan, baik terduga pengedar ataupun pengguna narkoba di Lampura. Membangkitkan mahasiswa untuk meminimalisir peredaran narkoba.Menambah wawasan terhadap mahasiswa tentang bahaya narkoba‎.

Yulian Patria, Sekretaris PC PMII Lampura menuturkan ‎prihatin dan miris melihat peredaran narkoba. Dimanapun sudah jadi perhatian mengenai bahaya narkoba. Berapa banyak yang hancur karena narkoba. Sebagai mahasiswa harus prihatin terhadap peredarannya. Dialog ini dilakukan untuk mengetahui bahayanya, dampak atau hukuman bagi pengguna, pengedar narkoba.

Narkoba sudah masuk ke kampung-kampung, karena itu dirinya berharap semua elemen dapat meminimalisir peredarannya di Lampura.

Majelis pembina cabang PMII Lampura, Murni Rizal mengatakan hal ini kepedulian bagi PMII. Pada kesempatan ini, pelaksana membaca situasi, dimana PMII dapat mendukung peniadaan narkoba di Lampura. Bagaimana kedepan mengurangi bahkan ditiadakan narkoba di Lampura, harapannya dapat membersihkan narkoba di kabupaten setempat. “Jangan pakai narkoba untuk pemuda di Lampura. Hendaknya dimulai dari internal PMII bersih dari narkoba,” ujarnya.

Diteruskan dengan tindakan nyata, dimana saat ini banyak siswa khususnya SMP sudah pakai lem aibon. Langkah lebih lanjut untuk antisipasinya, diharapkan dapat mengurangi peredaran di Lampura.

Efrizal Arsyad, selaku asisten III Pemkab Lampura menuturkan penyalahgunaan narkoba merusak fisik, kesehatan. Dalam jangka panjang dapat mengganggu mental. Pencegahan lebih gencar, lebih terukur dan berkelanjutan. Upaya terapi untuk mencegah bahaya narkoba melalui penyuluhan. Penegakan hukum melalui tindak tegas mulai dari bandar, hingga pemakainya. “Saya mendukung kegiatan ini, dalam menyelamatkan generasi muda di Lampura, “ujarnya.

Dirinya mengharapkan peserta lebih interaktif dalam dialog, sehingga diperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. (ang/ctr)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda