SANTORI kembangkan “Zero Waste Feedlot” untuk Kelestarian Lingkungan

SANTORI kembangkan “Zero Waste Feedlot” untuk Kelestarian Lingkungan

1862
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Kabupaten Lampung Tengah – PT Santosa Agrindo (SANTORI) kembangkan model zero waste  feedlot untuk jaga kelestarian ekosistem di sekitar lokasi feedlot penggemukan sapi di Kec. Anak Tuha, Kab. Lampung Tengah.

“Kami saat ini memanfaatkan kembali limbah usaha terutama yang berasal dari kotoran sapi,”Ujar Ahmad Ruzel, Head of PGA Unit Feedlot Bekri, PT Santosa Agrindo. “Upaya ini sudah dimulai sejak setahun yang lalu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ruzel juga menjelaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan semata tetapi juga mendorong efisiensi dalam kinerja perusahaan. Melalui pemanfaatan kembali air limbah kotoran sapi untuk penyemprotan kandang dapat mengurangi penggunaan air bersih.

“air yang digunakan untuk menyemprot (flushing) kandang kami tampung di lagoon (waduk) kemudian diproses melalui manure separator untuk dipisah antara kotoran padat dan cair,” Jelas Ruzel. “Limbah cair kemudian kami proses di IPAL untuk kemudian digunakan kembali untuk melakukan penyemprotan kandang,”lanjutnya.

Mekanisme tersebut membuat air limbah akan terus dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Sedangkan untuk limbah padat dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk organik.

“Kotoran padat yang dipisahkan dapat menjadi bahan baku untuk menjadi pupuk organik,” ujar Ruzel. “Saat ini sudah ada buyer untuk pupuk organik tersebut. Sedangkan sisanya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga saat ini terdapat 1300 KK yang menerima bantuan pupuk organik sebanyak 5 ton untuk setiap tahunnya,” Jelasnya.

Ruzel menjelaskan mekanisme tersebut membuat limbah yang dihasilkan dalam kegiatan usaha santori dapat digunakan sepenuhnya dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak akan mencemari lingkungan. Hal dijelaskan guna menampik pendapat negatif yang muncul terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Santori.

“Saat ini kami membuat sistem tertutup untuk pengelolaan limbah, sehingga seluruh limbah saat ini dimanfaatkan kembali untuk penyemprotan dan digunakan sebagai pupuk organik untuk petani di sekitar feedlot dan juga petani untuk program kemitraan odot serta tebon jagung,”imbuhnya.

Lebih lanjut Ruzel menambahkan salah satu bentuk komitmen untuk mereduksi limbah tersebut terwujud juga dalam program pengembangan bawang anak tuha. Melalui program CSR tersebut santori berupaya untuk mengajak petani di sekitar lokasi usaha untuk menggunakan pupuk organik di dalam lahan produktif mereka.

“Berbagai upaya kami ambil untuk mewujudkan feedlot bekri sebagai zero waste feedlot,” ujar Ruzel. “Terobosan dan inovasi tersebut merupakan strategi Santori untuk terus memberikan manfaat positif kepada masyarakat dan juga lingkungan di sekitar lokasi usaha,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu warga di Dusun 6 Kampung Bumi Aji, Kec Anak Tuha Sudarti mengatakan bahwa mendukung keberadaan PT Santori di Kampung Bumi Aji, karena banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Berdirinya PT Santori dirasa tidak ada masalah dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat, seperti Mitra dengan masyarakat untuk penyerapan tenaga kerja, pembuatan irigasi, Pengerjaan untuk mitra penanaman jagung dan odot (Pakan Sapi), serta para petani  setiap tahun diberi pupuk untuk lahan dan tanaman, setahun 1 warga mendapatkan 5 ton pupuk padat yang hasilnya menambah produktifitas hasil lahan”, ujar salah Sudarti.

Beliau juga menyayangkan adanya LSM yang melakukan aksi dengan tuntutan agar PT Santori ditutup dan ijinnya dicabut, “Tidak setuju dengan adanya tuntutan oleh LSM yang meminta Pemkab Lampung Tengah untuk menutup PT. Santori, karena keberadaan PT Santori sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar”, Ungkap salah satu warga Kampung Bumi Aji. (RN)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda