Satgas BNN USM: Mahasiswa harus mampu membuat lingkungannya bebas Narkoba

Satgas BNN USM: Mahasiswa harus mampu membuat lingkungannya bebas Narkoba

134
0
BAGIKAN

gerak-an.com, Medan (Sumut) – Banyak hal yang mendorong kawula muda menjadi pencandu Narkoba, antara lain coba-coba karena penasaran, kemudian senang-senang, alasan untuk menghilangkan kepenatan akibat masalah pribadi, mengembalikan stamina, dimana akhirnya membuat orang kecanduan, dan ketika tidak terpenuhi, membuat seorang pecandu gelap mata, dan bisa menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Anindya Lins dari Forum Mahasiswa Anti Narkoba, saat menjadi pembicara dalam seminar bertema, “Perang Melawan Narkoba”, yang diselenggarakan di gedung Serba Guna Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, jalan Kapten Muslim, Medan, Jumat siang (15/12/2017).

“Narkoba masih menjadi momok menakutkan dan yang paling sulit untuk diberantas, pasalnya kesadaran akan kesehatan kini kian terus menipis, dan pemerintah kesulitan karena bandar serta pengedarnya menjamur dimana-mana serta didukung teknik berdagang yang mulai lebih kreatif,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, maraknya penyebaran narkoba di Indonesia bisa dikatakan hampir mencapai tingkat kritis. “Pasalnya tidak hanya di kawasan kota saja, bahkan Narkoba masuk ke pelosok-pelosok atau pedesaan,” ungkapnya.

“Narkoba sama menghawatirkannya dengan korupsi, kedua hal tersebut membuat bobrok nilai moral bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Esteria Nababan selaku Ketua Satgas Mahasiswa Anti Narkoba BNN Universitas Sari Mutiara Indonesia menjelaskan bahwa saat ini diperkirakan, dari 100 mahasiswa, 5 di antaranya terindikasi menyalahgunakan Narkoba.

“Adanya penyakit yang ditularkan melalui pola hidup para pecandu, membuat masalah penyalahgunaan Narkoba menjadi semakin serius. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa,” ujar Ester.

Sebelumnya, Devi Sitepu, Satgas BNN Sumut-Universitas Sari Mutiara, menuturkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba yang berada di bawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Di sini ada dosen dan mahasiswa yang dilatih langsung oleh BNN Provinsi Sumut, untuk membentuk karakter mahasiswa melawan Narkoba. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan. Tidak cukup hanya menjaga diri sendiri, namun juga harus bisa mengajak orang sekitar dan lingkungan untuk bersih dari Narkoba,” tegasnya.

Seminar ini diikuti sekitar 110 peserta dari mahasiswa berbagai Fakultas di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda