HMI Lampura Kecam Puisi “Ibu Indonesia”

HMI Lampura Kecam Puisi “Ibu Indonesia”

127
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Kotabumi – aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi, kembali turun ke jalan demi menegaskan sikap mereka terhadap isu permasalahan penistaan agama dalam puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri pada acara Indonesia Fashion Week 2018. Aksi mereka lakukan di Bundaran Tugu Payan Mas yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Lampung Utara (Lampura) bersamaan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kotabumi. Jum’at (06/4).

Kabid PPD HMI Lampura, Ade Andre Irawan yang memimpin jalannya aksi saat ditemui awak media dilokasi mengatakan tujuan daripada aksi hari ini tidak lain untuk menegaskan HMI menolak segala bentuk penistaan agama terjadi belakangan ini.

Dirinya bersama rekan-rekan kader HMI Lampura menilai puisi tersebut yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri yang tidak lain merupakan putri dari tokoh sang Proklamator Republik Indonesia, telah mencederai hati umat Islam di Indonesia. “Puisi yang dibacakan itu tidak mencerminkan sebagai warga negara yang menjunjung tinggi Kebhinekaan dan pluralisme”, ujar Ade Andre Irawan.

“Kami dengan lantang menjadi garda terdepan menentang dan menuntut penistaan agama dalam bentuk apapun termasuk kasus Puisi itu agar diproses secara hukum yang berlaku”, tegas Ade.

Ade menambah bahwa HMI tetap pada “ruh” perjuangannya, tetap pada relawan perjuangan umat hakiki umat islam bahwa ketika salah akan dikatakan salah dan jika benar akan dikatakan benar.

Saat orasi berlangsung para aktivis muda Lampura ini membacakan pernyataan sikap mereka yakni

Pemuda-pemudi umat Islam Lampung Utara mengecam puisi IBU INDONESIA yang telah merendahkan CADAR, HIJAB hingga ADZAN serta berharap yang bersangkutan untuk segera melakukan taubatan nasuha.

Mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini umat Islam untuk tidak melakukan reaksioner yang berlebihan.

Mendesak pihak berwajib untuk segera memproses Sukmawati Soekarnoputri sesuai dengan peraturan yang berlaku di Bumi Indonesia tanpa melihat siapa yang melakukan ini, karena hukum Indonesia berlaku sama terhadap warga negara nya.

Mengajak kepada semua rakyat Indonesia untuk sama-sama menyerukan bahwa setiap pernyataan yang bersinggungan dengan SARA tidak terulang lagi di Bumi Indonesia ini. (Ctr)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda