Peringatan Hari Lahir Pancasila di SBD Dinilai Kurang Meriah

Peringatan Hari Lahir Pancasila di SBD Dinilai Kurang Meriah

119
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Sumba Barat Daya – Dalam rangka mengenang hari lahirnya Pancasila, sejak tahun 2017 Pemerintah Indonesia telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional.
Penetapan hari libur nasional tersebut bertujuan agar masyarakat semakin menyemarakkan peringatan hari lahirnya Pancasila serta masyarakat dapat memahami bagaimana proses munculnya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun semarak Hari Lahir Pancasila tersebut tampaknya belum merata terjadi di setiap daerah.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia/GMNI Kabupaten Sumba Barat Daya, Zosimus Luli Hada semarak perayaan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Sumba Barat Daya dinilai kurang terasa. Dirinya melihat bahwa Pemerintah Daerah kurang berperan untuk ikut menyemarakkan hari peringatan ini. Padahal Pemerintah Daerah bisa saja menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti apel kebhinekaan, diskusi – diskusi atau kegiatan lain seperti perlombaan yang bersifat positif.
Pria yang akrab disapa Luli ini juga menyayangkan peran pemuda yang dinilai juga kurang proaktif untuk mengisi lahirnya Pancasila. Sementara untuk GMNI SBD sendiri akan melaksanakan diskusi dengan tajuk Refleksi Nilai – Nilai Pancasila.
“Kami pemuda di organisasi terbatas untuk melaksanakan diskusi saja. Jika kami ingin membuat kegiatan yang lebih besar tentunya kami memiliki keterbatasan anggaran, maka jika Pemda hanya menganggap hari ini sebagai hari yang biasa saya itu sesuatu yang kurang baik. Pemda seharusnya membuat sesuatu kegiatan yang lebih bermakna,” ucap Luli.
Lebih lanjut dirinya melihat bahwa nilai – nilai kemanusiaan yang ada di Pancasila tampak sudah mulai luntur di masyarakat Sumba Barat Daya. Dirinya juga melihat fenomena terorisme yang akhir – akhir marak terjadi di beberapa daerah sebagai salah satu akibat dari lemahnya penghayatan Pancasila. Terorisme lahir karena pelakunya tidak memahami nilai Pancasila dengan benar dan tidak memahami arti dari keberagaman.
Luli juga menyoroti mulai menghilangnya nilai – nilai persatuan sebagai dampak dari momen Pilkada dan Pilgub yang rawan mengakibatkan terjadinya perpecahan di masyarakat. Maka perlu adanya peningkatan sosialisasi secara lebih luas oleh Pemda Sumba Barat Daya terkait Pancasila.
“Peran Pemda sebaiknya membentuk suatu panitia atau tim agar dapat menyosialisasikan Pancasila dengan lebih luas, itu yang paling penting,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Penguatan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PRAKSIS), Jeremias Kewuan menyatakan hal yang senada. Menurut Jeremy, Pancasila bukanlah seperti teori yang perlu diperdebatkan lagi, melainkan yang perlu dibahas saat ini adalah implementasinya di tengah masyarakat.
Dirinya menyatakan bahwa implementasi Pancasila terbilang masih lemah bahkan pada setiap sila.
“Contohnya pada sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Kita dapat melihat banyak pemberitaan yang memuat SBD seperti misalnya pelaku pencurian di luar sana,” ucapnya.
Jeremy mengungkapkan bahwa kegiatan seremonial memperingati Hari Lahir Pancasila untuk saat ini sangat penting karena nilai Pancasila sudah mulai tergerus.
“Dulu sebenarnya tidak pernah ada hari libur khusus untuk memperingati hari lahir Pancasila karena dulu ada kurikulum pendidikan P4 yang menumbuhkan nilai – nilai tersembunyi Pancasila tetapi seiring berjalan waktu saya tidak mengerti kenapa P4 dihilangkan,” jelasnya.
Jeremy juga mengakui masih banyak masyarakat Sumba Barat Daya yang belum menyadari dan memahami makna dari Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Untuk itu dirinya mengharapkan kepada pihak pemerintah mulai dari lingkup terkecil yaitu pemerintah desa untuk melibatkan masyarakat dalam suatu kegiatan yang penting di hari peringatan lahirnya Pancasila. Selain itu di lingkup lembaga pendidikan juga seharusnya memiliki peran untuk menyelenggarakan kegiatan yang terkait dengan upaya untuk mengenang hari lahirnya Pancasila pada setiap tanggal 1 Juni. Dirinya menegaskan dibutuhkan suatu gerakan secara serentak untuk mencapai tujuan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan membuat berbagai macam kegiatan, sehingga tanggal 1 Juni tidak hanya sebatas hari libur atau tanggal merah tanpa makna. (RP)

 

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda