Pulau Sumba Rawan Enam Jenis Bencana

Pulau Sumba Rawan Enam Jenis Bencana

102
0
BAGIKAN
Gerak-an.com, Sumba Barat Daya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT telah melakukan pemetaan terhadap jenis dan potensi ancaman bencana yang ada di seluruh wilayah NTT.
Kepala BPBD Provinsi NTT, Tini Thadeus mengatakan bahwa setidaknya terdapat 13 jenis ancaman bencana yang ada di wilayah NTT dengan karakteristik ancaman berbeda – beda di setiap pulau. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pelatihan Simulasi Pencegahan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Sekolah yang berlangsung di Aula Seminari Sinar Buana, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. (31/5/2018)
Menurut Tini, dari 13 jenis ancaman tersebut, beberapa diantaranya yang rawan terjadi di Pulau Sumba adalah kekeringan, angin puting beliung, banjir, longsor, kebakaran hutan dan KLB (Kejadian Luar Biasa). Pada saat memberikan pemaparan kepada para peserta, Tini memperlihatkan beberapa jenis peta ancaman bencana di NTT. Untuk jenis ancaman kekeringan, tampak hampir seluruh Pulau Sumba berwarna merah di peta yang menunjukkan bahwa ancaman kekeringan sangat tinggi.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa masyarakat Sumba belum terlalu siap untuk menghadapi bencana – bencana alam seperti yang telah disebutkan diatas. Oleh karena itu BPBD berinisiatif memberikan pelatihan khususnya kepada para siswa agar mampu bersiapsiaga apabila terjadi bencana sehingga dampak kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.
Kepala BPBD Sumba Barat Daya, Yohanes Tende dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa pihaknya telah membuat pemetaan ancaman bencana untuk Kabupaten Sumba Barat Daya. Berdasarkan dokumen kajian Resiko Bencana Multi Ancaman yang bekerjasama dengan BPBD NTT dan Australian Government bahwa terdapat 6 jenis ancaman bencana yang mungkin terjadi di Sumba Barat Daya yaitu banjir, longsor, kekeringan, gempa bumi, angin puting beliung dan tsunami. Menurutnya meskipun ancaman tsunami jarang terjadi, namun berdasarkan data yang ia miliki bahwa bencana tsunami pernah terjadi di Pulau Sumba sekitar tahun 1970-an.
Sementara itu PLT Bupati Sumba Barat Daya, Ndara Tanggu Kaha yang membuka kegiatan ini menyambut baik adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana. Dalam kata sambutannya Ndara mengatakan bahwa di Kabupaten Sumba Barat Daya selain bencana alam juga kerap terjadi bencana yang diakibatkan oleh faktor non alam yaitu adalah konflik sosial. Konflik ini disebabkan oleh kelompok manusia yang saling bertikai yang mana memberikan dampak kerugian yang cukup luar biasa.
Terkait bencana alam, Ndara menilai bahwa Pulau Sumba masih bebas dari ancaman gunung berapi, selain itu bencana banjir juga belum menjadi masalah yang terlalu serius di Sumba Barat Daya. Ancaman bencana yang perlu diperhatikan menurutnya adalah kemarau panjang yang biasanya mengakibatkan kekeringan. Selain itu juga perlu diantisipasi adanya masalah bencana kebakaran.
“Saya memikirkan bahwa SBD harus sudah memiliki alat pemadam kebakaran. Banyak kejadian yang mengakibatkan banyak rumah terbakar setiap tahunnya,” ucap Ndara.
Dirinya juga menilai bahwa masyarakat Sumba Barat Daya belum banyak yang paham bagaimana tata cara penyelamatan diri pada saat terjadi gempa bumi, sehingga kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat. Ndara juga menyampaikan keinginannya untuk meminta tambahan anggaran ke pemerintah pusat untuk penanganan bencana.
“Pemda sangat memperhatikan penanggulangan bencana. Kami sarankan untuk dapat membentuk tim reaksi cepat,” jelas Ndara.
Kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana ini berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2018. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa SMP dan SMA Seminari Sinar Buana. Beberapa materi pelatihan yang akan diajarkan antara lain Pengenalan penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan; Pengenalan ancaman gempa bumi; Pembentukan tim siaga bencana sekolah; Melakukan verifikasi dan penataan kerentanan dan kapasitas; Identifikasi dan pemasangan alat – alat penyelamatan diri; Penetapan dan kesepakatan sistem peringatan dini; Skenario gempa bumi; Simulasi peringatan dini dan evakuasi atau penyelamatan diri. (RP)
BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda