Jelang Idul Fitri Harga Sembako di SBD Mengalami Kenaikan

Jelang Idul Fitri Harga Sembako di SBD Mengalami Kenaikan

33
0
BAGIKAN
Ilustrasi bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar

Gerak-an.com, Sumba Barat Daya – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, harga sembako di beberapa wilayah mengalami kenaikan, tidak terkecuali di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT.

Berdasarkan pantauan di Pasar Radamata (11/6/2018), sejumlah barang sembako mengalami kenaikan, yakni telur ayam dari harga Rp 45.000/rak naik menjadi Rp 55.000/rak. Selain itu harga cabai lombok dari harga Rp 30.000/kg naik menjadi Rp 60.000/kg, kemudian beras dari harga Rp 10ribu/kg mengalami kenaikan menjadi Rp 12.000/kg.

Nur Anita, salah satu pedagang di Pasar Radamata menjelaskan bahwa penyebab naiknya harga sembako adalah karena panjangnya rute barang sembako yang dikirim dari Surabaya hingga ke Sumba sehingga berdampak pada naiknya harga barang.

“Kenaikan barang disebabkan oleh pengirim karena kalau terima di Sumba itu tangan ketiga. Barangnya dari Surabaya ke Bali terus ke Mataram kemudian ke Sumba, jadi terima di Sumba sudah tangan ketiga,” ucapnya.

Nur mengatakan bahwa kenaikan harga yang cukup terasa hanya untuk tiga komoditas yang telah disebutkan di atas saja, sementara untuk harga barang lainnya masih relatif stabil.

“Untuk harga barang –  barang lainnya tetap stabil,” jelas Nur.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada barang sembako tertentu namun persediaan barang – barang tersebut masih dapat mencukupi kebutuhan pelanggan di pasar.

“Tidak ada kelangkaan barang sembako, sejauh ini stocknya cukup stabil. Pelanggan saya cukup banyak setiap hari mulai dari restoran serta rumah sakit dan itu semua masih dapat mencukupi kebutuhan mereka. (RP)

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda