Kunjungan Anggota DPR Komisi V Ke Stasiun Kota Padang

Kunjungan Anggota DPR Komisi V Ke Stasiun Kota Padang

56
0
BAGIKAN
Pemaparan Kunjungan Kerja DPR Komisi V di Stasiun Padang Oleh VP Divre II Sumatera Barat.

Gerak-an.com, Padang, Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kunjungan kerja Anggota DPR Komisi V untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan angkutan lebaran 2018 adalah Stasiun Kota Padang. Di dalam ruang VIP Stasiun Padang, Yuherman selaku VP Divre II memberikan pemaparan mengenai perkeretaapian yang mencakup Divre II, seperti jenis angkutan KA penumpang dan KA angkutan barang, termasuk didalamnya mengenai ketersediaan sarana, dan beberbagai kesiapan ketika masa Angkutan Lebaran 2018, (7/6).

KAI Divre II sendiri saat ini melayani angkutan penumpang, yaitu relasi Padang – Pariaman, Padang – BIM, Kayutanam – Lubuk Alung, dan angkutan barang Semen Padang relasi Indarung – Telukbayur. “Namun, saat ini kami sedang fokus dalam masa Angkutan Lebaran tahun 2018, sehingga ketika penumpang bepergian dengan KA merasa nyaman dan aman,” tuturnya. Selain itu, ia juga mengeluhkan permasalahan yang dihadapi terkait pelintasan liar. Ia mengharapkan untuk dibuat jalur alternatif bagi pengendara pribadi, sehingga pelintasan liar dapat dihilangkan, dan diganti dengan pelintasan resmi yang dijaga. Hal ini menurutnya karena KAI masih memiliki ruang sekitar 6 meter disisi rel. “Masih ada raung antara jalan kendaraan pribadi dengan jalan rel seluas 6 meter sehingga masyarakat dapat melalui pelintasan resmi,” ujar VP Divre II Yuherman.

Yuherman juga menjelaskan mengenai prosentase keterisian penumpang KA Minangkabau Ekspres yang beberapa waktu lalu telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo di Stasiun BIM. Dengan prosentase saat ini berkisar 18% dari kapasitas yang tersedia di KA Minangkabau Ekspres. Namun, pada saat momen hari libur bisa meningkat hingga 27%.

Dalam pemaparannya, Yuherman juga menjawab beberapa pertanyaan dari Ketua Komisi Komisi V DPR RI Ir. Fary Djemi Francis mengenai reaktivasi jalur hingga Bukittinggi. Menurutnya, saat ini masyarakat daerah Bukittinggi dan Payakumbuh memang menanti adanya KA yang melintasi daerah tersebut. “Sempat aktif hingga tahun 2002, namun saat ini masih dalam progres untuk reaktivasi yang dilakukan oleh BTP Sumbagbar,” ujarnya.

Jalur kereta yang rencananya akan diaktivasi kembali adalah jalur menuju Bukittinggi, dan Payakumbuh, serta daerah kawasan Sawahlunto yang terdapat kereta wisata KA Mak Itam. “Untuk kawasan Museum KA Sawahlunto, beberapa jalur masih aktif yang dilalui oleh kereta api wisata KA Mak Itam, setelah lebaran ini akan dibahas kembali oleh kami untuk uji coba jalur dengan lokomotif yang tersedia di Divre II,” tambahnya.

Di Divre II sendiri, rencana selanjutnya adalah transportasi antarmoda, yaitu agar bus Trans Padang dapat menuju ke Stasiun Padang, sehingga dapat mengantarkan penumpang yang memiliki tujuan Pelabuhan Teluk Bayur dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, KAI Divre II juga berencana untuk membuat Grafik Perjalanan KA (Gapeka) yang akan mempertemukan KA baik dari Pariaman, Kayutanam, dan Padang yang akan menuju BIM. “Sehingga bagi penumpang yang ingin menuju BIM dapat naik di Stasiun Duku,” terang Yuherman.

[Ina]

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda