Debat Publik Putaran ke 3 Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Periode...

Debat Publik Putaran ke 3 Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Periode 2019 – 2024

81
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Padang, di┬áHotel Grand Inna Kota Padang telah dilaksanakan acara Debat Publik Putaran ke 3 Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Periode 2019 – 2024. dengan tema “Menghadirkan Pemerintah Dalam Pembangunan Sosial dan Budaya menuju Padang yang Madani dan Lestari”.

Acara debat merupakan putaran ke 3 setelah sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 5 dan 12 Mei 2018. Acara debat mulai dibuka pada pukul 20.00 diawali dengan sambutan dari M. Sawati selaku Ketua KPU dilanjutkan dengan doa. Acara terbagi 5 termin. Terdapat lima orang panelis, yakni Prof. Sufyarma Rasidin, Prof. Dr. Afrizal, Prof. Dr. Raudha Thaib, Dr. Ikwan Matondang SH. M.Ag dan Nurus Shalihin Djamra, dan dipandu oleh seorang moderator yaitu Robi Leo. Sebelumnya telah dibentuk tim pakar perumus pertanyaan debat kandidat tersebut. Komposisi dari tim pakar tersebut 13 orang dari kalangan akademisi, 1 orang birokrat senior dan 1 orang budayawan.

Sesi 1 yaitu pemaparan visi, misi dan program kerja dari masing -masing pasangan calon dengan durasi masing-masing 4 menit untuk setiap pasangan calon. Sesi 2 yaitu setiap pasangan calon diharuskan menjawab pertanyaan dari panelis

Sesi 3 yaitu setiap pasangan calon diharuskan dengan pertanyaan sebagai berikut, Berdasarkan pada tema, kenyataan saat ini bahwa penduduk Kota Padang dari berbagai etnis, suku dan agama. Apa kebijakan untuk melestarikan budaya dan bagaimana strategi menjaga keragaman budaya masyarakat Kota Padang ?Serta pertanyaan berikut, Perempuan yang berkerja di sektor publik mempunyai 2 beban yaitu beban domestic and beban public sehingga mengakibatkan masalah asuh anak. Apa kebijakan yang akan dilakukan untuk menanggulangi bebean ganda tersebut?

Sesi ke 4 setiap pasangan calon dipersilahkan untuk bertanya kepada lawannya. Dengan mekanisme pertanyaan 1 menit, menjawab 2 menit, menanggapi 1 menit, menyempurnakan 1 menit.

Suasana kembali riuh saat Paslon no urut 2 menaggapi jawaban Paslon no urut 1, yang mana menyebutkan bahwa program konsep SLTP Unggul yang disebutkan sudah tidak sesuai lagi dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 17 tahun 2017 dimana konsep sekolah Unggul sudah dihapuskan dan diganti dengan konsep sekolah yang bermut dan mempunyai pelayanan yang berkualitas. Saat ini untuk sekolah sudah diberlakukan konsep zonasi sesuai dengan domisili siswa tersebut. Kemudian Paslon 1 menanggapi kembali bahwa maksud dari program SLTP Unggul ini adalah dari aspek kualitas sekolah itu sendiri. Karena saat ini kualitas sekolah yang baus hanya terpusat di pusat Kota saja sedangkan didaerah pinggiran tidak diperhatikan.

Sesi 5 merupakan closing statement dari setiap Pasangan Calon. Closing Statement Paslon no urut 1 yaitu Pemerintah adalah sebuah organisasi. Oleh karena itu tidak ada pimpinan daerah seperti walikota yang berhak mengakui keberhasilannya sebelah pihak, karena ada wakil walikota yang juga trurt berkontribusi begitupun dengan personil setiap OPD yang juga berkontribusi. Bahkan keberhasilan yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh keberhasilan walikota sebelumnya. Permasalahn sosisl seperti LGBT dan kemiskinan di Kota Padang merupaka masalah utama yang perlu ditanggulangi bersama. Oleh karena itu mari bersama-sama selamatkan Kota Padang.

Closing Statement Paslon no urut 2 yaitu Persatuan anar masyarakat adalh harga mati. Banyak isu yang beredar bahwa jika Calon Walikota Paslon no urut 2 terpilih kembali menjadi Walikota Padang, tidak akan menyelesaikan amanatnya sampai akhir periode. Calon Walikota Paslon no urut 2 menegaskan bila terpilih kembali kan menyelesaikan tugasnya sampai akhir periode pada tahun 2024. Paslon no 2 akan bersinergi dan berkomitmen pada peratutan yang berlaku.

Menurut Ketua KPU acara debat ini merupakan rangkaian terahir yang diselenggarakan KPU sebelum minggu tenang. Setelah acara debat ini yaitu pada tanggal 22 & 23 Juni 2018 kedua pasangan calon dipersilahkan untuk memanfaatkan waktu kampanye terahir. Paslon no. 1 disediakan tempat di RTH Imam Bonjol sedangkan Paslon no. 2 disediakan tempat di GOR H. Agus Salim.

Kemudian tangal 24 – 26 Juni 2018 merupakan minggu tenang. Kedua Paslon dilarang untuk berkampanye lagi. Pada tanggal tersebut semua atribut seperti baliho dan sebagainya akan diturunkan dan harus bersih disemua sudut Kota Padang.

 

[AMC]

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.