LSM INOVASI Bersama Pemda Bahas Sektor Pendidikan di Sumba Barat Daya

LSM INOVASI Bersama Pemda Bahas Sektor Pendidikan di Sumba Barat Daya

10
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Sumba Barat Daya – LSM INOVASI bersama Pemda Sumba Barat Daya menggelar kegiatan Konsultasi Publik Hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (7/8/2018).

Dalam kegiatan ini, banyak hal yang dibahas terkait masalah pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Salah satu poin yang dibahas yaitu mengenai kemampuan membaca para siswa sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya Yohana Lingu Lango menyampaikan bahwa Kabupaten Sumba Barat Daya masuk ke dalam 70 kabupaten termiskin dan juga berada diantara 18 kabupaten tertinggal di Indonesia.

Salah satu indikasinya terlihat dari rendahnya kemampuan membaca para siswa, khususnya pada siswa di jenjang pendidikan awal.

“Anak – anak di tingkat pendidikan awal mulai dari PAUD, TK, dan SD kemampuan membacanya masih sangat rendah yaitu 23%,” jelasnya.

Selain kemampuan membaca yang rendah, mereka juga banyak yang masih menggunakan bahasa ibu (bahasa daerah) sehingga semakin kesulitan untuk dapat memahami pelajaran.

Yohana mengatakan, untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan maka ada 3 komponen yang harus bertanggung jawab. Ketiga komponen itu antara lain orang tua, masyarakat dan pemerintah. Bahkan orang tua memiliki peran yang lebih karena merupakan pendidik pertama dan terutama di lingkungan keluarga.

“Jika ketiga komponen ini bekerja sama maka pendidikan di Sumba Barat Daya akan maju,” ucap Yohana.

Sementara itu di kesempatan yang sama Provinsial Manajer INOVASI NTT Heronimus Hugi memberikan tanggapan bahwa seorang guru yang baik adalah guru yang memahami apa yang dibutuhkan oleh para siswanya. Dirinya juga menambahkan bahwa upaya peningkatan pendidikan menurutnya tidak hanya terletak pada pemerintah sebagai penyedia layanan dan juga yayasan tetapi juga kepada orang tua yang berperan sebagai fondasi dasar dari anak belajar.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa INOVASI memiliki program pengembangan literasi numerasi. Fondasi literasi numerasi ini bertujuan untuk memampukan anak-anak mempunyai daya saing jenjang pendidikan ke lebih tinggi.

Di samping literasi numerasi, INOVASI juga menawarkan solusi dari masalah masih banyaknya siswa yang belum memahami Bahasa Indonesia sehingga kesulitan memahami pelajaran.

“Kita di samping kursus literasi numerasi juga akan melakukan suatu model pendekatan yang berbeda yaitu menggunakan bahasa daerah untuk mendukung pembelajaran. Karena anak -anak kalau dipaksa berbahasa Indonesia akan kesulitan,” jelas Heronimus.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya Ndara Tanggu Kaha. Dalam kata sambutannya, Ndara menyampaikan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah berupaya mengalokasikan dana sebanyak 20% dari APBN dan APBD untuk kemudian dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh komponen agar bekerja sama untuk memajukan pendidikan di Sumba Barat Daya.

“Pendidikan bukan tugas dari guru saja sebagai pendidik, tetapi tugas kita semua mulai dari orang tua, masyarakat dan juga pemerintah,” ucapnya. (RP)

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda