HARMONISASI TRI PUSAT PENDIDIKAN DI SD NEGERI PADANG PANJANG

HARMONISASI TRI PUSAT PENDIDIKAN DI SD NEGERI PADANG PANJANG

69
0
BAGIKAN

HARMONISASI TRI PUSAT PENDIDIKAN
DI SD NEGERI PADANG PANJANG
Oleh : Ahmad Fauzi, S.Pd, Gr.
SD Negeri Padang Panjang

A. Keadaan SD Negeri Padang Panjang
Sudah tiga hari ini angin kencang datang menerpa sekolah kami. Ya, sekolah yang masih berdinding bambu dan beralaskan tanah serta beratapkan alang-alang yang bernama SD Negeri Padang Panjang ini sudah hampir roboh. Sekolah ini sebenarnya adalah sekolah darurat tetapi usianya yang terbilang tua untuk sekolah darurat sudah tidak mampu lagi menopang beban, tepatnya sejak tahun 2014 pada bulan Oktober sekolah ini didirikan. Tapi kami bersyukur dengan adanya sekolah ini memberi secercah harapan baru di desa Padang Panjang. Desa yang belum tersentuh listrik dan tergolong daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) di kabupaten Alor. SD Negeri Padang Panjang adalah harapan baru bagi generasi penerus bangsa untuk mengenyam dunia pendidikan. Sekolah darurat yang hampir roboh itu menjadikan hati kami teriris. Memang kami bukanlah orang kaya tapi sekolah itu adalah bangku pendidikan bagi anak-anak. Saya adalah Kepala Sekolah di SD Negeri Padang Panjang. Jalinan komunikasi dan hubungan baik dengan orang tua murid bahkan masyarakat sangat saya utamakan. Bagi saya peran orang tua dan masyarakat sangat penting bagi pendidikan anak di sekolah bahkan demi kemajuan sekolah. Waktu itu saya mengumpulkan orang tua murid untuk memperbaiki sekolah yang hampir roboh tetapi justru mereka sangat antusias meskipun mereka tergolong berpenghasilan rendah. Mereka bertekad ingin mendirikan sekolah supaya lebih kokoh meskipun darurat juga. Para orang tua bahkan masyarakat yang anaknya tidak bersekolah pun ikut serta dalam pendirian sekolah. Tua muda, lelaki dan perempuan semua tumpah ruah di sekolah saling bahu membahu, gotong royong membangun sekolah. Para laki-laki bahkan yang tua sekalipun rela berjalan berkilo-kilo meter dari hutan memikul batang kayu di pundaknya yang nantinya akan menjadi tiang-tiang sekolah. Para ibu, muda-mudi saling gotong royong memasak hidangan seadanya untuk santapan siang. Mereka semua tidak dibayar, mereka dengan ikhlas membangun sekolah tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kemajuan SD Negeri Padang Panjang.
Tetapi siang itu sekolah yang belum selesai digarap diterpa angin kencang dan brukkkkkkk tiang sekolah yang berdiri ambruk. Semua orang lari berhamburan, tetapi sayangnya sekolah yang belum jadi itu telah roboh terkena terpaan angin. Kayu yang orang tua pikul dari hutan patah dan hancur. Saya pun menangis melihat keadaan hari itu dan orang tua serta masyarakat juga menangis. Saya sedih karena melihat kebersamaan, pengorbanan dan kerja keras orang tua serta semua masyarakat Padang Panjang yang setiap hari bekerja untuk mendirikan sekolah kini telah hancur. Tetapi kesedihan itu hilang melihat orang tua dan masyarakat dengan semangatnya bertekad akan membuat lagi. Mereka tidak patah semangat. Mereka sangat antusias untuk membuat sekolah lagi. Saya terharu dengan keadaan ini betapa besar semangat dan kebersamaan mereka.

B. Kehamonisan Tri Pusat Pendidikan
Setelah kejadian itu orang tua dan masyarakat kembali bergelut dengan tekadnya. Mereka saling gotong royong dan bertekad akan membuat sekolah yang jauh lebih kuat dan kokoh. Mereka ingin anak-anak mereka mengenyam pendidikan dengan aman dan nyaman. Saya pun salut dengan semangat yang sangat tinggi pada mereka. Inilah kami warga desa Padang Panjang yang memiliki semangat tinggi. Warga desa yang masih mementingkan kebersamaan dan gotong royong. Dua minggu berlalu sejak hari itu dan akhirnya bangunan SD Negeri Padang Panjang pun sudah kokoh berdiri. Meskipun masih berdinding bambu dan beralaskan tanah tapi bagiku ini jauh lebih baik. Atapnya sudah diganti seng dan bukan alang-alang lagi sehingga saat hujan tiba sekolah kami sudah tidak bocor lagi. Sekolah ini jauh lebih kuat dan saya melihat sekolah ini adalah bukti harmonisasi Tri Pusat Pendidikan yakni antara keluarga, masyarakat serta sekolah yang sangat baik. Jika saya melihat sekolah ini saya melihat tetesan-tetesan keringat orang tua dan masyarakat yang dengan sepenuh hati mendirikan sekolah. Hari itu suasana gembira dan haru bercampur menjadi satu. Inilah bukti keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam sekolah dan keharmonisan hubungan ketiganya yang melahirkan bangunan sekolah yang sangat berkesan dan bermakna bagi SD Negeri Padang Panjang.
Keharmonisan hubungan keluarga, masyarakat dan sekolah memang harus terjalin dengan baik sehingga menciptakan suasana yang kondusif. Iklim kekeluargaan dalam sekolah baik dengan siswa, orang tua maupun masyarakat semakin terasa karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Jika di sekolah tercipta suasana yang nyaman, maka tak bisa dipungkiri lagi siswa akan belajar dengan senang. Dengan begitu siswa akan lebih mudah dalam menerima materi karena merasa nyaman dan mendapat dukungan dari berbaai pihak. Seperti yang dikatakan bapak Arief Rachman dalam buku Ukim Komarudin yang berjudul Arief Rachman Guru (2015) mengatakan bahwasannya “di sekolah itu anak berkesempatan merasakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Proses pembelajaran yang menumbuhkan makna hubungan antara anak, orang tua dan guru dengan ilmu sebagai jembatannya”.
Sayapun bersyukur dengan keadaan ini. Hubungan sekolah dengan orang tua bahkan masyarakat sangat baik. Sehingga orang tua dan sekolah selalu berkomunikasi setiap kali sekolah mengalami kendala selalu saja orang tua dan masyarakat siap membantu, tidak ada lapor melaporkan tindakan guru seperti yang dewasa ini bayak terjadi di dunia pendidikan. Bagi saya saling berkomunikasi adalah hal yang penting dilaksanakan di sekolah.
Sekolah juga selalu memberikan arahan kepada orang tua dalam hal kemajuan belajar anak sehingga orang tua dengan bijak menyikapinya. Dengan demikian anak merasa diperhatikan baik oleh pihak sekolah maupun orang tua mereka di rumah. Keadaan yang seperti itu menjadikan anak memiliki rasa bahagia, aman dan nyaman sehingga setiap hari datang ke sekolah dengan penuh semangat yang tinggi. Ya begitulah keadaan di sekolah saya. Walaupun tergolong daerah 3T dan masih jauh tertinggal tetapi kami selalu merasa nyaman. Kebersamaan antara orang tua, masyarakat dan sekolah mampu menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat harmonis. Saya berharap dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan ini akan selalu melekat di hati kami sehingga keharmonisan Tri Pusat Pendidikan mampu melahirkan generasi penerus bangsa di ujung negeri ini menjadi sosok yang penuh kasih sayang, cendekiawan bahkan mampu saling berbagi dan memiliki jiwa toleransi yang tinggi. (JK/AF)

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.