Penjabat Gubernur NTT Kagum Dengan Rumah Budaya Sumba

Penjabat Gubernur NTT Kagum Dengan Rumah Budaya Sumba

58
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Sumba Barat Daya – Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon mengunjungi Rumah Budaya Sumba yang berlokasi di Desa Wee Londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Senin siang (3/9/2018).

Robert berkunjung dengan didampingi oleh Sekda Provinsi NTT, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi NTT, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kadis Pertanian Provinsi NTT, serta beberapa orang staf lainnya. Kunjungan Robert ini merupakan rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Sumba yang mana agenda utamanya adalah menghadiri Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Kabupaten Sumba Barat.

Sebelum menuju Kabupaten Sumba Barat, Robert menyempatkan diri untuk mampir di Rumah Budaya Sumba. Setibanya di Rumah Budaya, Robert yang juga didampingi oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Ndara Tanggu Kaha disambut langsung oleh pendiri dan pimpinan Rumah Budaya yaitu Pater Robert Ramone CSsR.

Setelah melihat – lihat koleksi Rumah Budaya Sumba dan mendengar berbagai penjelasan dari pendiri Rumah Budaya, Penjabat Gubernur NTT ini mengaku kagum dengan keberadaan rumah pusat studi budaya yang sangat kompleks dan lengkap.

“Pater Robert telah melaksanakan apa yang tidak dilaksanakan bahkan belum dipikirkan oleh pemerintah yakni melestarikan seluruh peninggalan leluhur yang sudah hampir punah. Tidak banyak orang seperti Pater Robert yang memikirkan dan melaksanakan karya pelestarian dengan sukarela, dengan biaya sendiri tanpa sokongan dari pemerintah,” ucapnya.

Dirinya juga memuji kelengkapan Lembaga Studi Budaya yang sangat kompleks serta lengkap dengan koleksi peninggalan budaya dan artefak yang cukup lengkap.

“Ini dapat menjadi tempat belajar bagi mahasiswa maupun masyarakat umumnya, selain itu lembaga ini juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Sumba Barat Daya. Disini sebelum para wisatawan mengunjungi situs kampung adat, mereka sudah memperoleh gambaran yang cukup lengkap akan semua lambang dan hal yang akan ditemukan di kampung adat di seluruh pulau Sumba. Oleh karena itu lembaga ini seyogyanya dapat dipromosikan untuk menjadi destinasi wisata pertama sebelum para wisatawan mengunjungi tempat yang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak masyarakat Sumba untuk mensyukuri kekayaan alam dan budaya yang telah dikaruniai oleh Tuhan. Ia kemudian juga mengajak masyarakat agar dapat mendukung pihak – pihak yang mau melestarikan budaya.

“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Sumba, baik yang ada di pemerintahan, di sektor swasta dan masyarakat umumnya, mari kita berikan bantuan kepada semua kelompok – kelompok yang memberi perhatian kepada pelestarian budaya dan pengembangan budaya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Pusat Studi Budaya Sumba, Pater Robert Ramone CSsR mengatakan bahwa Lembaga Rumah Pusat Studi Budaya Sumba ini adalah lembaga swasta murni. Walaupun demikian pihaknya tidak hanya bekerja mengumpulkan artefak – artefak untuk disimpan di museum dalam Rumah Pusat Studi Budaya ini saja. Namun juga atas bantuan para donatur dan juga dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membangun 150 rumah adat di seluruh Sumba.

“Di tahun 2018 ini dengan bantuan dari Direktorat Iman Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa akan dibangun 20 rumah adat lagi di seluruh Sumba. Selain itu lembaga ini juga membentuk dan membina sanggar – sanggar seni budaya di kampung – kampung adat dimana rumah adatnya dibangun dan dipugar,” ucapnya.

Pater Robert juga menegaskan bahwa tujuan dari lembaga ini adalah untuk menghidupkan kembali kebudayaan yang hampir punah karena dilindas oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penekanan utama dari lembaga ini adalah pada pewarisan kebudayaan tersebut. Oleh karena itu di rumah adat yang telah dibantu pembangunannya akan ada geliat kehidupan kebudayaan disana. (RP)

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.