BERKAT PROGRAM KERJA PEMERINTAH, PRODUKSI IKAN DAN DAYA BELI NELAYAN MENINGKAT

BERKAT PROGRAM KERJA PEMERINTAH, PRODUKSI IKAN DAN DAYA BELI NELAYAN MENINGKAT

22
0
BAGIKAN

Gerak-an.com, Jakarta РTingkat kesejahteraan nelayan terbukti mengalami peningkatan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sejak kepemimpinan Jokowi, Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari tahun ke tahun terus meningkat dari 104,63 pada 2014 menjadi 108,24 pada 2016 dan 111,53 per Agustus 2017.

Hingga semester I tahun 2018, NTN mengalami kenaikan sampai 2,26 persen yakni 113,32 dibandingkan periode yang sama pada 2017 yaitu di angka 111,01. Artinya, daya beli dan kesejahteraan nelayan sudah meningkat.

Untuk diketahui, produksi perikanan nasional naik menjadi 23,51 juta ton pada 2016 dibandingkan tahun 2014 yang sebanyak 20,84 juta ton. Stok sumber daya ikan juga meningkat dari 7,31 juta ton per tahun pada 2013, menjadi 12,54 juta ton per tahun pada 2016.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, konsumsi ikan pada 2014 sebesar 38,14 kilogram per kapita, kemudian naik menjadi 41,11 kilogram per kapita pada 2016. Ditargetkan, pada akhir 2017 naik lebih signifikan menjadi 47,12 kilogram per kapita.

Kenaikan NTN dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan program kerja Pemerintah melalui Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) di antaranya karena aktivitas illegal, unreported, unregulated fishing(IUUF), program subsidi yang diberikan pemerintah kepada nelayan secara langsung, kebijakan moratorium kapal asing, dihentikannya alih muat (transshipment), dan salah satunya adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.2/2015 memberikan dampak signifikan untuk kenaikan NTN dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Nelayan (NTUN) Juni 2018 juga tumbuh 3,25 persen dibanding Juni 2017 yaitu dari 123,32 menjadi 127,33 yang berarti usaha nelayan semakin membaik.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) pun tumbuh 2,05 persen pada Juni 2018 dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 99,26 menjadi 101,29 dan merupakan nilai tertinggi sejak Desember 2014.

Nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) Juni 2018 turut mengalami pertumbuhan sebesar 3,08 persen yaitu menjadi 114,02 dari sebelumnya Juni 2017 sebesar 110,61. Artinya daya beli pembudidaya ikan telah mengalami perbaikan.

Dengan berbagai kenaikan tersebut, Nilai Tukar Perikanan (NTP) Juni 2018 tumbuh 2,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yaitu dari 104,14 menjadi 106,38. Nilai Tukar Usaha Perikanan (NTUP) naik, di mana pada Juni 2017 sebesar 115,90 tumbuh 3,17 persen menjadi 119,57 Juni 2018. Sedangkan pada Mei 2018, NTUP masih di angka 118,50. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbaikan daya beli masyarakat perikanan.

Sumber : Yuk Sebar

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda