Angka Pengangguran Menurun di Era Kepemimpinan Jokowi

Angka Pengangguran Menurun di Era Kepemimpinan Jokowi

84
0
BAGIKAN

Gerak-an.com – Empat tahun kepemimpinan Jokowi telah berhasil mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan PDB perkapita angka kemiskinan menurun, angka pengangguran terus menurun, angka ketimpangan (gini rasio) menurun, target 2 juta lapangan kerja terlampaui.

Pemerintahan Jokowi telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi, ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan karena Presiden Jokowi sangat fokus mensejahterahkan masyarakat dan demi menuju Indonesia maju. Indonesia mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen pada kuartal I-2018. Dengan realisasi tersebut, jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan, sementara angka pengangguran turun karena dorongan investasi yang cukup tinggi.

Dari catatan Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini lebih tinggi dibanding capaian pada periode sama tahun lalu yang sebesar 5,01 persen.

Dalam kurun waktu 2014-2017, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5 persen. Pada 2014, ekonomi nasional bertumbuh 5,02 persen. Lalu turun menjadi 4,88 persen di 2015.

Naik lagi menjadi 5,03 persen pada 2016 dan 5,07 persen pada 2017. Target pemerintah, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sebesar 5,4 persen pada tahun ini.

Pemerintah pun berupaya mengendalikan inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Inflasi pada 2014 tercatat sebesar 8,36 persen akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tapi terus menurun menjadi 3,35 persen di 2015, sebesar 3,02 persen pada 2016 dan 3,61 persen di 2017. Realisasi inflasi di April 2018 sebesar 3,41 persen.

Dengan perbaikan ekonomi tersebut, tingkat pengangguran di Indonesia semakin menyusut. Jumlah angkatan kerja Indonesia naik 2,39 juta orang dari 131,55 juta orang pada Februari 2017 menjadi 133,94 juta orang di periode yang sama 2018.

Dalam setahun terakhir, jumlah pengangguran berkurang 140 ribu orang menjadi 6,87 juta orang pada Februari 2018. Tingkat pengangguran turun menjadi 5,13 persen di bulan kedua ini dari sebelumnya di periode yang sama 2017 sebesar 5,33 persen.

 

Dari data Kantor Staf Presiden (KSP), tingkat pengangguran bergerak mengarah penurunan. Pada Agustus 2014, tingkat pengangguran berada di level 5,94 persen, kemudian menjadi 5,81 persen di Februari 2015, dan 6,18 persen pada Agustus 2015.

Tingkat pengangguran anjlok di Februari 2016 menjadi 5,5 persen, namun naik lagi di Agustus 2016 sebesar 5,61 persen. Hingga akhirnya tingkat pengangguran turun lagi menjadi 5,33 persen di Februari 2017. Dan sekarang 5,13 persen pada Februari 2018.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, penurunan jumlah orang yang menganggur di Februari 2018 sejalan dengan pertumbuhan investasi di kuartal I.

“(Penurunan jumlah pengangguran) sejalan dengan pertumbuhan investasi di kuartal I-2018 yang lebih dari 7 persen. Sekaligus mulai musim panen padi,” kata Bambang, baru-baru ini.

Data BPS menunjukkan, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi di kuartal I ini tumbuh signifikan sebesar 7,95 persen. Pertumbuhan ini disokong peningkatan seluruh jenis barang modal, kecuali sumber daya hayati.

Bambang memastikan bahwa jumlah angkatan kerja yang bertambah pada bulan kedua ini merupakan dampak dari menggeliatnya investasi di sektor riil dan sifatnya tidak hanya sementara atau temporer.

“Investasi sektor riil jangka pangan. Tidak hanya kegiatan konstruksi yang temporer. Sektor konstruksi juga tumbuh cukup baik, sehingga membuka lapangan pekerjaan,” mantan Menteri Keuangan itu menjelaskan.

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.