Apa Kabar Kasus Bambang Widjojanto? Cepat Ditangkap dan Dilupakan

Apa Kabar Kasus Bambang Widjojanto? Cepat Ditangkap dan Dilupakan

24
0
BAGIKAN

JAKARTA – Pengacara mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Muji Rahayu, geram dengan sikap plin-plan Polri dan Kejaksaan yang menggantungkan kasus kliennya. Hari ini tepat satu tahun sejak Bambang ditangkap dan diborgol aparat kepolisian, belum ada tanda-tanda kasus Bambang akan dibawa ke pengadilan.

Bambang saat itu segera digiring ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan dan dijadikan tersangka. Penetapan statusnya sebagai tersangka hanya berselang empat hari setelah Bareskrim Polri menerima laporan dugaan pidana Bambang, 19 Januari 2015.

Ia dijerat sangkaan kasus mengarahkan kesaksian palsu. Bambang yang sempat menjadi pengacara Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar, diyakini pihak kepolisian telah menggiring opini transaksi uang dalam kampanye pilkada melalui seorang saksi bernama Ratna Mutiara saat bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bambang Widjojanto

Namun Ratna pernah disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas kesaksiannya. Dalam putusan, majelis melihat tak ada kesaksian palsu yang dilakukan Ratna.

Kasus ini memang tak terkait posisi Bambang yang pada tahun 2014 menjabat sebagai pimpinan komisi antirasuah. Namun aparat kepolisian mengangkat perkara ini tepat setelah KPK menjerat petinggi Polri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka suap dan gratifikasi.

Setahun berjalan, kasus mengambang. Tak ada kepastian dari pihak Kejaksaan yang kini menangani kasus tersebut: akan dihentikan atau diteruskan.

“Ini semakin mengonfirmasi bahwa kasus Bambang Widjojanto memang bukan perkara hukum, melainkan perkara politik. Bambang dikriminalkan semata-mata karena dia pimpinan KPK, targetnya agar berhenti menjalankan kewenangannya,” kata Muji Rahayu yang akrab disapa Kanti, saat berbincang dengan CNNIndonesia, Jumat malam (22/1).

Banyak kalangan meminta kasus mantan Wakil Ketua KPK ini dibuka lagi,” agar terjawab kepastian hukum. Jika digantung begini tentu akan menimbulkan tanda tanya,” kata A. Saragih seorang praktisi hukum di Jakarta. ***

BAGIKAN

BELUM ADA KOMENTAR

Berikan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.